Muh. Syakir : Kamis, 18 Juni 2026 20:57
Suasana Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah di GOR Bandung.

BANDUNG, PEDOMANMEDIA - Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung menggelar Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah di GOR Bandung, Kamis (18/6). Kegiatan ini menghadirkan hampir 2.000 lowongan kerja dan diikuti 1.359 pencari kerja yang telah terdaftar.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, job fair menjadi salah satu strategi utama untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja secara lebih cepat dan efisien.

Menurut Yayan, pola pelaksanaan job fair kini akan diperbanyak. Jika sebelumnya hanya digelar tiga hingga empat kali dalam setahun, ke depan Disnaker menargetkan penyelenggaraan satu kali setiap bulan.

"Pelaksanaan job fair yang tadinya setahun hanya tiga sampai empat kali, sekarang kita akan perbanyak menjadi satu bulan satu kali," ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep kegiatan dibuat sederhana agar biaya penyelenggaraan lebih efisien, namun frekuensinya ditingkatkan sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan mendapatkan pekerjaan.

"Kami ingin lebih banyak menjembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja. Hari ini saja tersedia hampir 2.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan," katanya.

Yayan menilai, cara tersebut lebih efektif dibandingkan pencari kerja harus mendatangi perusahaan satu per satu. Melalui job fair, perusahaan dikumpulkan dalam satu lokasi sehingga proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan cepat.

Ia mengakui kondisi ekonomi global saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ketenagakerjaan. Kenaikan harga energi dan fluktuasi ekonomi internasional berpotensi berdampak pada angka pengangguran.

Saat ini jumlah pengangguran di Kota Bandung tercatat sekitar 99.300 orang. Karena itu, Disnaker berupaya mempercepat proses penyaluran tenaga kerja melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Selain penyelenggaraan job fair rutin, Disnaker juga memanfaatkan teknologi melalui aplikasi New Bimma yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan ketenagakerjaan dan informasi lowongan pekerjaan secara daring.

"Kantor yang bagus bukan yang antre pengunjungnya, tetapi yang sudah memanfaatkan teknologi untuk melayani masyarakat. Karena itu kami menggunakan aplikasi New Bimma untuk layanan ketenagakerjaan," kata Yayan. (*)