Muh. Syakir : Senin, 22 Juni 2026 15:19

MAROS, PEDOMANMEDIA – Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo tidak hanya menjadi ruang bertemunya petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang nasional tersebut juga melahirkan peluang kerja sama investasi yang berpotensi memperkuat sektor pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu peluang yang muncul berasal dari komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Maros dengan PT Gorontalo Pangan Lestari yang menyatakan minat untuk berinvestasi di sektor pengadaan dan pengembangan jagung di Kabupaten Maros.

Rencana investasi tersebut memiliki kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton jagung dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp53 miliar.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan keikutsertaan Kabupaten Maros dalam PENAS XVII memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengikuti agenda pertanian nasional.

“Alhamdulillah, selain menghadiri PENAS yang menjadi sarana bagi petani dan nelayan kami untuk belajar, bertukar pengalaman, serta memperoleh informasi teknologi terbaru, kami juga mendapatkan peluang yang sangat berharga berupa penjajakan investasi di Kabupaten Maros,” kata Chaidir.

Menurutnya, peluang investasi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Ini merupakan hal yang sangat positif bagi Kabupaten Maros. Kehadiran investasi dari Gorontalo dalam sektor pengadaan jagung tentu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang yang lebih luas bagi petani kami,” ujarnya.

Chaidir menilai Gorontalo layak dijadikan referensi dalam pengembangan komoditas jagung. Selama ini provinsi tersebut dikenal sebagai salah satu daerah dengan keberhasilan pengelolaan jagung yang terintegrasi, mulai dari budidaya hingga pemasaran.

“Gorontalo sudah membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu provinsi terbaik dalam pengembangan jagung di Indonesia, mulai dari proses penanaman, pengelolaan hasil panen hingga distribusinya. Tentu kami berharap melalui kerja sama ini, petani-petani jagung di Maros dapat memperoleh manfaat dari pengalaman dan sistem yang telah berhasil diterapkan di Gorontalo,” ungkapnya.

Ia berharap investasi yang sedang dijajaki tidak hanya meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menciptakan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil panen dapat terserap dengan baik.

“Harapan kami, investasi ini dapat membantu petani jagung di Kabupaten Maros dalam mengembangkan budidaya jagung sekaligus memberikan kepastian terhadap penampungan dan penyaluran hasil panen mereka. Jika rantai produksi dan pemasaran berjalan baik, tentu dampak positifnya akan dirasakan langsung oleh para petani,” katanya.

Sementara itu, Jasin Mohammad Mewakili Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari, menilai Kabupaten Maros memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra jagung di kawasan timur Indonesia.

“Maros memiliki potensi pertanian yang sangat baik, terutama pada komoditas jagung. Karena itu, kami melihat adanya peluang besar untuk membangun kerja sama investasi yang saling menguntungkan. Rencana investasi ini tidak hanya berfokus pada pengadaan pembelian jagung pipilan kering tetapi juga pengembangan ekosistem bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat,” ujar Jasin.

Menurutnya, investasi yang disiapkan perusahaan akan diarahkan untuk memperkuat rantai distribusi hasil pertanian sekaligus menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani jagung di Maros.

Dengan kapasitas pengelolaan mencapai 12.000 ton, pihaknya optimistis program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan investasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Jika kerja sama ini dapat terealisasi, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha lokal, dan pemerintah daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi,” kata Jasin selaku Direktur PT Serealia Agro Lestari