Rabu, 24 Juni 2026 21:32

MD KAHMI Polman Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Kader HMI di Mamuju

MD KAHMI Polman Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Kader HMI di Mamuju

MD KAHMI Polman juga menyatakan telah menyiapkan tim hukum untuk mendampingi para kader HMI yang menjadi korban kekerasan.

POLMAN, PEDOMANMEDIA – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Polewali Mandar (Polman) mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi Cipayung Sulbar, khususnya kader-kader HMI di Mamuju. KAHMI menilai, tindakan aparat sudah di luar batas kemanusiaan.

"Kami tidak akan tinggal diam melihat darah kader-kader kami tumpah di jalanan hanya karena menyuarakan kebenaran. Apa yang terjadi di Mamuju adalah bukti nyata arogansi kekuasaan yang telanjang. Polri dibiayai oleh uang rakyat untuk melindungi rakyat, bukan untuk bertindak seperti preman berseragam yang menghajar mahasiswa!" tegas

KAHMI Polman, Pratama.

Baca Juga

Pratama menuntut pertanggungjawaban moral serta hukum dari pucuk pimpinan kepolisian di Sulawesi Barat. Lebih lanjut, Pratama menegaskan bahwa MD KAHMI Polman secara kelembagaan mengeluarkan maklumat dan tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada Kapolda Sulawesi Barat:

1. Sanksi Pidana dan Etik untuk Oknum Polisi Represif. KAHMI Polman mendesak Kapolda Sulbar untuk segera mencopot, memeriksa, dan mempidanakan oknum polisi yang bertindak brutal. Tindakan kekerasan tersebut adalah pelanggaran hukum murni yang tidak boleh berlindung di balik tameng institusi.

2. Copot dan Evaluasi Kapolresta Mamuju Pratama menilai Kapolresta Mamuju telah gagal total dalam menjalankan fungsi komando dan pengamanan yang humanis. Oleh karena itu, Kapolda Sulbar harus segera mengevaluasi dan mencopot Kapolresta Mamuju sebagai bentuk pertanggungjawaban atas jatuhnya korban dari pihak mahasiswa.

"Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dan tegas dari Kapolda Sulbar untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengevaluasi Kapolresta Mamuju, maka jangan salahkan jika gelombang perlawanan dari keluarga besar Hijau-Hitam dan koalisi sipil akan mengepung Polda Sulbar. Ini bukan sekadar ancaman, ini adalah panggilan perlawanan terhadap penindasan," tambah Pratama.

MD KAHMI Polman juga menyatakan telah menyiapkan tim hukum untuk mendampingi para kader HMI yang menjadi korban kekerasan, serta memastikan bahwa kasus ini akan dikawal hingga para pelaku mengenakan baju tahanan.

Penulis : Muh Husair

Editor : Muh. Syakir
#Kahmi Polman #HMI
Berikan Komentar Anda