Muh. Syakir : Minggu, 05 Juli 2026 10:36

YOGYAKARTA, PEDOMANMEDIA - Usia 25 tahun Ikatan Alumni Jogjakarta Sulawesi Selatan (IKAJO Sulsel) adalah tanda ikatan ini telah menjadi kelembagaan yang teruji lintas generasi. Bukan sekadar menjadi kenangan, lembaga ini juga harus jadi penyambung kerja sama.

Demikian disampaikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Wisma Kagama UGM pada Jumat (3/7/26) malam. Dalam Reuni Akbar dan Musyawarah Besar II Ikatan Alumni Jogjakarta Sulawesi Selatan (IKAJO), Sri Sultan mengaku merasa tengah menyambut kepulangan keluarga besar.

"Sebab bagi Yogyakarta, Saudara sekalian bukanlah tamu. Saudara adalah bagian dari keluarga besar kota ini. Karenanya, izinkan saya menitipkan satu harapan sederhana. Jadikan IKAJO Sulsel jembatan nyata dalam pendidikan, budaya, dan potensi daerah. Pintu Yogyakarta selalu terbuka bagi kerja sama semacam itu," ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan mengaku percaya persaudaraan yang kokoh selalu berakar pada nilai yang dalam. Beliau pun meyakini, dalam kearifan masyarakat Bugis-Makassar, hidup tiga nilai yang menjadi jembatan alami antara Sulawesi Selatan dan Yogyakarta, yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge'.

"Yogyakarta menyambut setiap perantau dengan semangat Sipakatau, memanusiakan siapa saja yang datang untuk belajar. Saudara menopang sesama anak rantau dengan semanga Sipakalebbi, saling menghargai peran satu sama lain. Dan hari ini, di forum Musyawarah Besar ini, saya menyaksikan wujud Sipakainge', Saudara saling mengingatkan, saling mengevaluasi, agar organisasi ini tetap memberi manfaat bagi Sulawesi Selatan dan Yogyakarta," tutur Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, Yogyakarta adalah rumah bagi siapapun yang pernah tinggal. Dan pintunya akan selalu terbuka bagi anak-anaknya yang pulang.

"Selamat Datang di Yogyakarta. Selamat Menempuh Musyawarah Besar II IKAJO. Semoga kepengurusan yang baru diberikan kekuatan dan kebijaksanaan. Semogalah pula, Saudara sekalian merasa benar-benar pulang selama berada di kota ini," imbuh Sri Paduka.

Dalam kesempatan ini, Sri Sultan juga mengukuhkan jajaran Presidium IKAJO Sulsel 2026-2030.

Perwakilan IKAJO Sulsel, Mukhtasar Syamsuddin mengatakan, Yogyakarta telah menjadi tempat tinggal yang sangat berarti bagi seluruh alumni. Kota pelajar ini mampu menjadi ruang pembentukan karakter, dan tempat belajar menghargai keberagaman.

"Di kota ini pula kami semua berlatih menghayati pentingnya ilmu pengetahuan berpadu dengan budi pekerti. Keterhubungan kami dengan Yogyakarta juga bukan hubungan yang dibatasi ruang dan waktu. Ikatan ini justru terus hidup dari generasi ke generasi," imbuhnya.

Mukhtasar pun menuturkan, pihaknya pun meyakini Yogyakarta telah menjadi teladan soal harmoni akar tradisi, pendidikan, dan kebudayaan. Harmoni itulah yang menginspirasi seluruh alumni untuk mengabdikan ilmunya bagi kemaslahatan masyarakat.

BERITA TERKAIT