Muh. Syakir : Selasa, 07 Juli 2026 15:29

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mencari terobosan untuk mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Salah satunya dengan mempelajari teknologi pengelolaan sampah modern milik PT Enviro Mas Sejahtera di Denpasar, Bali.

Kunjungan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan solusi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam menangani sampah, khususnya sampah organik yang mendominasi timbulan sampah di Makassar.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Makassar untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah. Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang berhasil diterapkan di daerah lain dapat menjadi referensi dalam memperkuat sistem pengelolaan persampahan di Kota Makassar," ujar Aliyah melalui keterangan resminya, Selasa.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh pemaparan langsung dari Direktur PT Enviro Mas Sejahtera sekaligus pengembang teknologi SOMYA Digester, Agung Ngurah Panji Astika. Teknologi tersebut mampu mengolah sampah organik secara lebih cepat dengan proses yang ramah lingkungan, sehingga dinilai berpotensi menjadi salah satu alternatif solusi bagi daerah yang menghadapi tingginya volume sampah organik.

Aliyah menegaskan, persoalan sampah merupakan isu strategis yang tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional semata. Dibutuhkan inovasi, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak agar sistem pengelolaan sampah semakin efektif dan berkelanjutan.

"Persoalan sampah membutuhkan inovasi dan komitmen bersama. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang belajar dari berbagai daerah maupun mitra yang telah berhasil mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang modern. Harapannya, inovasi yang kami pelajari dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam meningkatkan pelayanan persampahan kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengungkapkan bahwa penerapan teknologi menjadi kebutuhan mendesak mengingat komposisi sampah di Makassar masih didominasi oleh sampah organik.

Berdasarkan data DLH, sekitar 56 hingga hampir 60 persen timbulan sampah di Kota Makassar merupakan sampah organik. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan besar yang membutuhkan sistem pengolahan berbasis teknologi agar proses penanganannya lebih cepat dan efisien.

"Kalau seluruh persoalan sampah tidak diselesaikan dengan teknologi, tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Karena itu kami terus mencari berbagai inovasi yang dapat mempercepat penyelesaiannya, terutama untuk penanganan sampah organik yang jumlahnya paling besar," ujar Helmy.

Pemkot Makassar berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan penerapan teknologi pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik Kota Makassar. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan tata kelola persampahan yang modern, mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta mendukung terwujudnya kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.