Muh. Syakir : Sabtu, 18 Juli 2026 12:09

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Polda Sulsel menerjunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes untuk membantu proses identifikasi korban tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa di perairan Selayar. Tim dijadwalkan bertolak melalui Kabupaten Bulukumba sebelum menyeberang ke Selayar.

Kaur DVI Biddokkes Polda Sulsel Kompol Abdul Rahman tim berangkat menuju Bulukumba pada Jumat (17/7) malam. Selanjutnya, rombongan dijadwalkan menyeberang ke Selayar menggunakan kapal pada Sabtu (18/7) pagi.

"Malam ini kita jadwalkan berangkat ke Kabupaten Bulukumba. Selanjutnya besok pagi sesuai jadwal penyeberangan ke Kabupaten Selayar sekitar pukul 07.00 Wita," ujar Kompol Abdul Rahman kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).

Abdul Rahman mengatakan tim DVI akan menggunakan tiga unit kendaraan menuju lokasi. Personel yang mengawaki masing-masing kendaraan juga telah ditunjuk untuk memastikan perjalanan berjalan lancar.

Dia memastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan dalam operasi DVI telah dipersiapkan sebelum keberangkatan. Tim juga akan terus berkoordinasi selama perjalanan menuju lokasi.

"Segala perlengkapan sudah siap. Kita berangkat untuk melaksanakan operasi DVI sesuai perintah pimpinan," jelasnya.

Setibanya di Selayar, tim DVI akan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait yang lebih dulu berada di lokasi untuk mendukung proses identifikasi korban. Abdul Rahman berharap operasi DVI dalam penanganan kecelakaan laut tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga proses identifikasi korban dapat dilakukan secara optimal.

"Mudah-mudahan operasi DVI yang kita lakukan terkait kecelakaan kapal laut ini dapat terlaksana dengan lancar dan aman," pungkasnya.

Diketahui, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar memperbaharui data korban KLM Nurul Salsa pada Jumat (17/7). Kapal tersebut ternyata membawa total 78 penumpang yang 52 orang di antaranya dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

"Jadi korban sampai pukul 16.10 Wita ini, jumlah korban itu ada 78 orang dan yang selamat 52 orang, dalam pencarian 25 orang," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan, Jumat (17/7).

Andi Sultan mengatakan, penambahan korban berdasarkan laporan terbaru adanya tiga penumpang yang baru dievakuasi. Tiga korban selamat itu sebelumnya tidak masuk dalam daftar pencarian.

"Ada yang selamat 3 orang yang tidak sempat kami data. Pada informasi yang kami terima bahwa 3 orang ini pada waktu dievakuasi tidak langsung melapor di posko pendataan," jelasnya.

Insiden kapal tenggelam itu turut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian sembari berkoordinasi dengan Syahbandar terkait jumlah pasti penumpang yang terdata dalam manifes.

 

TAG

BERITA TERKAIT