Muh. Syakir : Sabtu, 18 Juli 2026 17:04

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP mulai dilakukan paling lambat pada awal September 2026. Saat ini, proses pengadaan telah memasuki tahapan jasa jahit setelah sebelumnya pengadaan kain diselesaikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, mengatakan penyelesaian program mengalami pergeseran sekitar satu bulan dari jadwal semula karena seluruh tahapan harus mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Mudah-mudahan awal September paling lambat kita rampungkan semuanya. Memang ada keterlambatan sekitar satu bulan, tetapi seluruh proses harus sesuai regulasi dan terus kami lakukan monitoring,” ujar Andi Zulkifly di Media Center Balai Kota Makassar, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pola pengadaan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemkot memisahkan pengadaan kain dan jasa jahit agar proses lebih efektif sekaligus memberi ruang bagi pelaku UMKM penjahit di Kota Makassar untuk ikut berpartisipasi.

Meski demikian, Andi menegaskan seluruh penjahit yang terlibat tetap harus memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan pengadaan pemerintah, di antaranya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan klasifikasi usaha yang sesuai.

“Kita ingin merangkul penjahit UMKM, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan pengadaan barang dan jasa. Semua harus berjalan sesuai aturan,” katanya.

Program seragam gratis ini dibiayai melalui APBD Kota Makassar dan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Andi menyebutkan seluruh siswa baru SD dan SMP akan menerima bantuan seragam gratis. Pada tahap awal, setiap siswa memperoleh satu stel seragam sekolah, sedangkan penambahan satu stel lagi akan diupayakan melalui APBD Perubahan.

“Semua siswa baru SD dan SMP mendapatkan seragam gratis. Untuk tahap awal satu stel, kemudian mudah-mudahan bisa kita tambah satu stel lagi melalui perubahan anggaran,” ucapnya.

Selain itu, Pemkot Makassar menerapkan skema kontrak payung (framework contract) dalam pengadaan tahun ini. Skema tersebut digunakan untuk mengunci harga dan volume pengadaan selama satu tahun sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efisien dan menghindari perubahan harga di tengah proses.