JKN Hadirkan Rasa Tenang Saat Rani Jalani Operasi Usus Buntu
Ia pun mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif agar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka dapat memperoleh penanganan dengan segera tanpa harus menunda pengobatan.
TORUT, PEDOMANMEDIA – Memiliki jaminan kesehatan memberikan rasa tenang ketika kondisi yang tidak diinginkan datang secara tiba-tiba. Pengalaman tersebut pernah dirasakan oleh Rani Lawai (19), warga Lembang Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara.
Saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia harus menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Elim Rantepao. Di tengah rasa sakit yang dialaminya, Rani bersyukur telah terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sehingga dirinya dapat segera memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
“Waktu SMP saya pernah terkena usus buntu. Awalnya saya pikir hanya sakit perut biasa. Lama-kelamaan rasa sakitnya semakin menjadi sampai saya tidak kuat berdiri dan hanya bisa berbaring. Orang tua saya akhirnya memutuskan untuk membawa saya ke rumah sakit. Untung BPJS saya aktif, saya bisa menjalani operasi dengan lancar dan tanpa ada biaya sama sekali,” ujar Rani, Selasa (18/07).
Sesampainya di RS Elim Rantepao, Rani segera menjalani serangkaian pemeriksaan oleh dokter. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan USG, dokter menyampaikan bahwa ia mengalami apendisitis akut atau radang usus buntu yang harus segera ditangani melalui tindakan operasi agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Awalnya, Rani mengaku merasa takut karena belum pernah menjalani tindakan operasi sebelumnya. Namun, dukungan dari keluarga serta penjelasan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan membuatnya lebih tenang menghadapi proses pengobatan.
“Saya sempat menangis karena takut dioperasi. Tapi dokter menjelaskan kondisi saya dengan baik dan meyakinkan bahwa operasi itu memang harus dilakukan supaya saya bisa cepat sembuh. Orang tua juga terus memberi semangat,” katanya.
Operasi berjalan dengan lancar. Setelah tindakan selesai, Rani menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit hingga kondisinya berangsur membaik. Selama menjalani masa pemulihan, ia mengaku mendapatkan pelayanan yang ramah dan penuh perhatian dari dokter maupun perawat yang merawatnya.
Menurut Rani, salah satu hal yang paling disyukuri keluarganya adalah seluruh proses pelayanan dapat diperoleh dengan memanfaatkan kepesertaan JKN yang aktif. Hal tersebut membuat keluarganya dapat lebih fokus mendampingi proses penyembuhannya tanpa dibebani kekhawatiran terhadap biaya pelayanan kesehatan.
“Orang tua saya bersyukur karena kami sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Saat itu yang menjadi fokus keluarga adalah bagaimana saya bisa segera mendapatkan tindakan dan kembali sehat. Syukurlah semua proses berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Rani menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan penyakit akan datang sehingga memiliki jaminan kesehatan merupakan bentuk kesiapan menghadapi risiko yang tidak dapat diprediksi.
Ia pun mengajak masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif agar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka dapat memperoleh penanganan dengan segera tanpa harus menunda pengobatan.
“Menurut saya, memiliki JKN itu sangat penting. Kita memang tidak pernah berharap sakit, tetapi kalau suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan, kita sudah memiliki perlindungan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya ketika harus menjalani operasi usus buntu. Karena itu, saya berharap masyarakat juga menjaga kepesertaan JKN tetap aktif agar bisa merasakan manfaat yang sama ketika diperlukan,” tutup Rani
