Usai Serang Pos TNI, OPM Sandera Wanita dan Anak-anak di Mimika
OPM sempat menebar teror saat puncak peringatan HUT ke-81 RI. Para pelaku terlibat kontak tembak dengan TNI di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Senin (17/8).
MIMIKA, PEDOMANMEDIA - Usai menyerang pos TNI, kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan menyandera sembilan orang wanita dan anak-anak di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Aparat masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan identitas para korban.
"Informasi yang kami dapat itu laporan anggota saya di sana diduga itu disandera," ungkap Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, Rabu (18/2026).
Alredo belum merinci identitas warga yang disandera. Pihaknya masih kesulitan mencari saksi yang bisa dimintai keterangan terkait itu.
"Perempuan (yang disandera), ada 9 orang, tapi nama-nama yang disandera kami belum dapat dan belum ada yang bisa memberikan kesaksian itu," tuturnya.
Pihaknya masih menyelidiki kronologi penyanderaan dan kondisi warga yang ditawan. Alredo juga berupaya berkomunikasi dengan personel di tempat kejadian perkara.
"Untuk anggota saya di sana alat komunikasi, sinyal handphone-nya sudah tidak bisa dihubungi. WiFi yang kita punya juga di sana Starlink rusak," beber Alredo.
"Sampai sekarang yang dilakukan oleh anggota saya masih mendalami terkait informasi tersebut. Nanti kalau sudah ada informasi perkembangan kita laporkan lagi," jelasnya.
Diketahui, OPM sempat menebar teror saat puncak peringatan HUT ke-81 RI. Para pelaku terlibat kontak tembak dengan TNI di wilayah Jila, Kabupaten Mimika, Senin (17/8).
"Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya," ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Senin (17/8).
Kontak tembak terjadi antara personel Posramil Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133 dengan OPM. Total tiga anggota TNI menjadi korban dalam insiden itu.
"Dalam kejadian tersebut, tiga prajurit menjadi korban, satu gugur dan dua lainnya mengalami luka. Saat ini penanganan terhadap korban terus dilakukan," ucapnya.
Dua prajurit TNI yang mengalami luka saat ini masih mendapatkan penanganan medis. Aparat keamanan sudah dikerahkan mengejar pelaku penembakan.
"TNI bersama Polri juga terus bersinergi dalam menjaga keamanan masyarakat serta mengantisipasi gangguan keamanan susulan di wilayah Jila," pungkas Tri.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
