Kamis, 27 Agustus 2026 11:11

Banjir Bandang di Nepal, Sudah 165 Orang Tewas-Ratusan Hilang

Banjir Bandang di Nepal, Sudah 165 Orang Tewas-Ratusan Hilang

Kementerian Pariwisata Nepal mengatakan sekitar 403 wisatawan, 341 di antaranya merupakan warga asing, sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa jam setelah bencana terjadi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet bertambah menjadi 165 orang. Tim penyelamat masih melakukan pencarian warga yang hilang.

Dilansir AFP, Kamis (27/8/2028), sebuah rekaman video pengawas yang mengerikan dari sisi perbatasan Tiongkok memperlihatkan dinding lumpur dan puing raksasa menghantam bangunan bertingkat pada Rabu pagi. Puluhan orang berlarian menyelamatkan diri di bawahnya. Arus deras tersebut menyapu bus dan mobil yang berada di lokasi.

Banyak dari korban hilang merupakan wisatawan asing, kata para pejabat. Survei Geologi AS (USGS) menyebut bencana tersebut disebabkan runtuhnya gletser yang memicu aliran puing dan menelan berbagai wilayah di sepanjang jalurnya.

Gemuruh air dan lumpur yang menyerupai tsunami menghantam desa dan kota di sepanjang aliran dua sungai-Bhote Koshi dan Trishuli. Polisi Nepal menyatakan telah menemukan 162 jenazah.

Sementara di seberang perbatasan, media China melaporkan, "bencana tanah longsor" di Pelabuhan Gyirong, Tibet, menelan tiga korban jiwa. Sementara 265 orang masih dinyatakan hilang.

Seorang warga Nepal, Raju Bhadel (56), menceritakan saat ia menerima telepon dari saudara iparnya yang sedang dalam situasi genting. Ia mengatakan salah satu anggota keluarganya masih belum ditemukan.

"Mereka menangis dan mengatakan seluruh rumah mereka telah tersapu bersih. Tiga anggota keluarga berhasil diselamatkan, namun saudara laki-lakinya masih hilang," ujarnya.

Tim penyelamat menerjang lumpur dan endapan tanah untuk mencari korban selamat usai banjir menimbun lantai dasar bangunan-bangunan bertingkat.

Sementara itu, Kementerian Pariwisata Nepal mengatakan sekitar 403 wisatawan, 341 di antaranya merupakan warga asing, sempat tidak diketahui keberadaannya selama beberapa jam setelah bencana terjadi.

Wisatawan asing yang hilang tersebut mencakup 142 warga India, serta warga dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, ungkap badan pariwisata setempat.

"Seluruh desa dan kawasan pasar telah musnah," kata David Fisher, kepala perwakilan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) di Nepal.

Pihaknya menyatakan sedang mengirimkan bantuan darurat, termasuk selimut, perlengkapan pertolongan pertama, tandu, dan kantong jenazah. Pejabat pemerintah Tibet mengerahkan hampir 800 petugas tanggap darurat dan 150 kendaraan, serta anjing pelacak dan perahu cepat, untuk membantu upaya penyelamatan, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua.

 

Editor : Muh. Syakir
#Banjir Bandang Nepal
Berikan Komentar Anda