Senin, 31 Agustus 2026 18:36

Hadapi Kekeringan-Kebakaran, PLN UIP Sulawesi Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Tallo Makassar

Hadapi Kekeringan-Kebakaran, PLN UIP Sulawesi Gelar Simulasi Tanggap Darurat di Tallo Makassar

Program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026: Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran, mendukung penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (29/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari intervensi Program PLN Peduli untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran, khususnya di wilayah permukiman yang rentan terdampak kemarau panjang dan keterbatasan akses air bersih.

Pelatihan dan simulasi tersebut melibatkan Satgas Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) Kaluku Bodoa, BPBD Kota Makassar, Pemerintah Kecamatan Tallo, Pemerintah Kelurahan Kaluku Bodoa, serta masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan meliputi Focus Group Discussion (FGD) pemetaan risiko kekeringan dan kebakaran, edukasi mitigasi bencana, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), pelatihan pertolongan pertama, evakuasi mandiri, workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga simulasi tanggap darurat.

Baca Juga

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya penguatan kesiapsiagaan masyarakat di tengah status tanggap darurat bencana kekeringan yang berlaku di wilayah Kota Makassar. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta mengambil langkah cepat saat menghadapi kondisi darurat.

Camat Tallo yang diwakili Nurtjintin, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UIP Sulawesi dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Kaluku Bodoa.

“Di tengah musim kemarau panjang ini, kita bersyukur dengan hadirnya Satgas Kaltana yang membantu pemerintah mengantisipasi kekeringan dan kebakaran sejak dini. Saya berharap ilmu dari pelatihan ini dapat diserap dengan serius agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tentunya, terselenggaranya kegiatan hari ini tidak lepas dari peran PLN. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Perwakilan BPBD Kota Makassar, Risman Ruslan, menekankan pentingnya peran Satgas Kaltana sebagai garda terdepan dalam penanganan awal saat kondisi darurat terjadi di lingkungan masyarakat.

“Saat bencana terjadi, warga dan tetangga adalah penolong pertama. Dalam status tanggap darurat ini, simulasi APAR dan pelatihan pertolongan pertama sangat penting agar Satgas Kaltana selalu siap dan sigap membantu masyarakat. Kami juga melihat perlengkapan bantuan dari PLN sangat lengkap dan bermanfaat. Ini merupakan dukungan yang luar biasa,” ungkap Risman.

Pada kesempatan terpisah, General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung ketahanan masyarakat, khususnya dalam menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran.

“PLN hadir sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat. Melalui pelatihan dan simulasi tanggap darurat ini, kami berharap Satgas Kaltana dan masyarakat Kaluku Bodoa semakin cepat tanggap, memahami langkah pencegahan, serta mampu melakukan respons awal ketika menghadapi risiko kekeringan maupun kebakaran,” ujar Aditya.

Aditya menambahkan, selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, PLN juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan kelistrikan. Hal ini penting karena potensi kebakaran di lingkungan permukiman dapat dipicu oleh penggunaan listrik yang tidak aman, seperti kabel rusak, stop kontak bertumpuk, maupun instalasi yang tidak sesuai standar.

“Keselamatan kelistrikan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kebakaran. Karena itu, kami berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan mulai dari rumah masing-masing, sehingga masyarakat tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu mencegah risiko sejak dini,” tambah Aditya.

Melalui Program Desa Siaga Bencana PLN Peduli 2026, PLN UIP Sulawesi berharap masyarakat Kaluku Bodoa semakin tangguh, waspada, dan mampu melakukan langkah mitigasi secara mandiri. Program ini juga menjadi wujud sinergi PLN bersama pemerintah, BPBD, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan lingkungan serta meminimalkan risiko dampak bencana secara berkelanjutan.

Penulis : Edo

Editor : Muh. Syakir
#PLN UIP Sulawesi
Berikan Komentar Anda