Muh. Syakir : Kamis, 10 September 2026 19:59

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada Bank Sampah Unit (BSU) Pelita Bangsa di Kota Makassar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Penguatan Bank Sampah Unit Pelita Bangsa melalui Peningkatan Sarana Prasarana dan Edukasi Masyarakat Menuju Ekonomi Sirkular”.

Kegiatan tersebut dihadiri manajemen dan pegawai PLN UIP Sulawesi, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Hj. Melinda Aksa Munafri, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, pengurus BSU Pelita Bangsa, serta masyarakat setempat.

Bantuan yang diserahkan PLN mencakup mesin pencacah sampah organik, mesin jahit listrik, timbangan digital kapasitas 100 kilogram, gerobak dorong, komposter aerob, ember tumpuk, sarana budidaya maggot, kompos bag, lemari etalase produk, serta perlengkapan pendukung pengolahan sampah lainnya.

PLN juga menyerahkan 60 tempat sampah kepada 20 rumah, dengan masing-masing rumah menerima tiga wadah untuk mendukung pemilahan sampah dari sumbernya. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari rumah tangga hingga bank sampah.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, mengatakan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dimulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, dukungan kepada BSU Pelita Bangsa menjadi salah satu langkah PLN dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sampah sudah menjadi persoalan besar di negara kita. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga negara untuk turut mengelola dan mengurangi dampaknya. Upaya tersebut dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang kita lakukan hari ini, salah satunya melalui dukungan kepada BSU Pelita Bangsa,” ujar Donald.

Donald berharap bantuan tersebut dapat memperkuat kapasitas BSU Pelita Bangsa dalam mengolah sampah sekaligus mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Semoga melalui langkah ini, sampah tidak lagi hanya dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola, diolah kembali, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Hj. Melinda Aksa Munafri, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN melalui program TJSL tersebut.

“Terima kasih kepada PLN yang sudah banyak membantu BSU Pelita Bangsa di Kecamatan Rappocini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan menjadi ekonomi sirkular di masyarakat Kecamatan Rappocini,” ungkap Melinda.

Ketua BSU Pelita Bangsa, Rosmini, mengatakan bantuan dari PLN sangat membantu aktivitas pengolahan sampah yang selama ini masih dilakukan dengan sarana sederhana.

“BSU Pelita Bangsa memiliki 10 anggota dan 80 nasabah, serta mengumpulkan sekitar 700 kilogram sampah per bulan untuk kemudian diolah kembali. Dulu kami hanya mengolah sampah dengan sarana prasarana yang sederhana. Kini pekerjaan menjadi lebih ringan, terutama dengan adanya mesin pencacah dan mesin jahit baru dari PLN. Terima kasih banyak,” ujar Rosmini.

Melalui program ini, PLN UIP Sulawesi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program TJSL yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan. Dukungan terhadap BSU Pelita Bangsa diharapkan dapat memperkuat kepedulian lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta mendorong penerapan ekonomi sirkular secara berkelanjutan di Kota Makassar.