Jumat, 11 September 2026 21:21

Jenazah Aprida Rapi, Korban Penembakan KKB di Jayawijaya Dipulangkan ke Tana Toraja

Jenazah Aprida Rapi, Korban Penembakan KKB di Jayawijaya Dipulangkan ke Tana Toraja

Polres Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh gereja yang telah turut membantu menjaga suasana tetap tenang.

JAYAWIJAYA, PEDOMANMEDIA - Jenazah Aprida Rapi' (49), pegawai Dinas Pertanian yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jayawijaya dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulsel. Jenazah diterbangkan melalui Bandara Udara Wamena, Jayawijaya, Jumat (11/9/2026).

Polres Jayawijaya bersama Polsek Kawasan Bandara Wamena turut mengawal penerbangan jenazah untuk diserahkan kepada keluarganya.

Selain Aprida, satu jenazah lainnya juga ikut dipulangkan.

"Jenazah pertama yang diberangkatkan adalah almarhum Aprida Rapi', seorang ASN yang menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Jenazah diberangkatkan menggunakan Pesawat Trigana Air Cargo PK-YSN," kata Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satruya Bimantara dalam keterangannya.

Suasana haru terlihat ketika keluarga dan kerabat mengantarkan jenazah Aprida Rapi' menuju pesawat. Sekitar 400 orang keluarga dan kerabat turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman.

"Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan keberangkatan jenazah almarhum Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan yang juga menjadi korban dalam peristiwa penembakan tersebut," tuturnya.

Jenazah Alfonsius Albinus Mehan (35) diberangkatkan menggunakan Pesawat Sriwijaya Air PK-CLE menuju kampung halaman di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses keberangkatan jenazah berlangsung lancar dan aman.

"Polres Jayawijaya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Aprida Rapi' dan Alfonsius Albinus Mehan. Kepolisian berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut," ucap AKBP Anak Agung.

Polres Jayawijaya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh gereja yang telah turut membantu menjaga suasana tetap tenang, tertib dan kondusif selama proses pengantaran kedua jenazah.

Sementara satu jenazah korban penembakan lainnya, yakni Wili Mbuik (24) sudah lebih dulu diterbangkan ke kampung halamannya di Kupang, NTT pada Kamis (10/9). Jenazah dilaporkan tiba di Bandara El Tari, Kupang, Jumat (11/9) pagi.

Diketahui, ketiga pegawai Pemkab Jayawijaya itu tewas ditembak KKB di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya itu terkena tembakan saat perjalanan dinas meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan mengamankan sejumlah selongsong peluru. Dari hasil penyelidikan pelaku penembakan diduga berjumlah delapan orang.

"Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah sekitar delapan orang," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (10/9).

 

Editor : Muh. Syakir
Berikan Komentar Anda