MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Populasi kasus HIV/AIDS di Sulawesi Selatan menunjukkan tren pertumbuhan. Di periode Januari hingga Juli 2026, angka kasus mencapai 963 kasus.
Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis, 17 September 2026.
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. Langkah ini sebagai bagian dari dukungan terhadap target Ending AIDS 2030 di Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut ditunjukkan Aliyah Mustika Ilham saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Sulawesi Selatan, yang digelar di Hotel Travelers Phinisi, Jalan Lamaddukelleng Buntu, Makassar, Kamis, 17 September 2026.
Rakor yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam menghadapi persoalan HIV-AIDS, khususnya dalam meningkatkan upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan, serta edukasi kepada masyarakat.
“Upaya pencegahan HIV-AIDS tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar langkah pencegahan, edukasi, deteksi dini, hingga penanganan dapat berjalan secara optimal,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, sebagai bagian dari langkah preventif dalam menekan risiko penularan HIV-AIDS.
“Pemerintah Kota Makassar tentu berkomitmen mendukung upaya menuju Ending AIDS 2030. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat, memperkuat pencegahan dan memastikan mereka yang membutuhkan mendapatkan akses layanan serta pendampingan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, perkembangan temuan HIV-AIDS di Sulawesi Selatan menunjukkan 2.660 kasus pada 2023, kemudian 2.486 kasus pada 2024 dan 1.939 kasus pada 2025. Sementara periode Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak 963 kasus.
Berdasarkan kelompok umur, temuan kasus didominasi kelompok usia 25–49 tahun dengan persentase sebesar 58 persen. Selanjutnya kelompok usia 15–24 tahun sebesar 35 persen, usia 30–50 tahun sebesar 6 persen, serta kelompok usia 15 tahun ke bawah sebesar 1 persen.
Dari data tersebut, Kota Makassar mencatatkan temuan kasus tertinggi di Sulawesi Selatan dengan 445 kasus, disusul Kabupaten Gowa sebanyak 74 kasus, Kota Palopo 38 kasus, Kabupaten Bulukumba 34 kasus, Kabupaten Jeneponto 27 kasus, Kabupaten Luwu Timur 23 kasus, dan Kabupaten Bantaeng sebanyak 20 kasus.
Data tersebut menjadi perhatian bersama sekaligus memperkuat pentingnya langkah kolaboratif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Makassar.