Jumat, 18 September 2026 20:50

Wamendagri Ungkap Sederet 'PR' Sulsel untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Wamendagri Ungkap Sederet 'PR' Sulsel untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang telah berjalan sekaligus menjadi pembelajaran dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah berkolaborasi mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada belanja pemerintah, tetapi juga pada kemampuan daerah membangun ekosistem ekonomi sesuai dengan potensi yang dimiliki.

"Target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini memerlukan dukungan dari pertumbuhan ekonomi daerah. Kepala daerah kami minta untuk bisa mengidentifikasi potensinya apa saja dan memahami bagaimana cara menghitung dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Bima dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang digelar di Gedung Pola, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Makassar, Jumat (18/9/2026). Rapat tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II Regional Sulawesi.

Baca Juga

Pada kesempatan ini, Bima menekankan realisasi belanja Pemda merupakan salah satu komponen dalam mendorong sekaligus menghitung pertumbuhan ekonomi. Karena itu, penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) tidak dapat serta-merta dijadikan satu-satunya alasan untuk menjelaskan naik atau turunnya pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

"Bukan berarti lantas pengurangan, penyesuaian TKD itu pasti akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Bima mengatakan terdapat berbagai komponen lain yang dapat dikembangkan Pemda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia pun mencontohkan daerah yang mampu membangun ekosistem ekonomi dan mendorong hilirisasi pangan. Upaya tersebut dapat dilakukan meskipun daerah memiliki keterbatasan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Contoh-contoh baik banyak di Sulawesi Selatan ini salah satu contoh adalah Sidrap (Kabupaten Sidenreng Rappang) yang bisa mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Bima menegaskan Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) terus mendorong pertukaran pengalaman antardaerah melalui berbagai forum di daerah. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik-praktik yang telah berjalan sekaligus menjadi pembelajaran dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Lebih lanjut, Bima menilai capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulsel yang berada di atas rata-rata nasional serta inflasi yang terkendali merupakan modal penting. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut berlangsung secara lebih merata dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

"PR-nya adalah, satu, bagaimana pertumbuhan ekonomi di tingkat Sulawesi Selatan secara agregat, itu juga bisa diikuti pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten, dan juga berdampak pada kesejahteraan, pengurangan pengangguran, penurunan kemiskinan, dan lain-lain. Sambil ada penguatan-penguatan ekosistem ekonomi di masing-masing daerah," pungkasnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel
Berikan Komentar Anda