SURABAYA, PEDOMANMEDIA - Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya profesor yang menurutnya tidak mampu melihat ketidakadilan hingga membela kepentingan asing.
"Aku heran kadang-kadang, profesor tapi nggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing," kata Prabowo saat menghadiri acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
Prabowo kemudian mengingatkan masyarakat agar berpikiran bebas dan tidak mudah dipengaruhi oleh pihak yang disebutnya tidak memiliki niat baik terhadap Indonesia. Dia juga mengajak masyarakat memiliki jiwa besar dan tidak merasa rendah diri ketika menghadapi tantangan.
"Berpikiran bebas, jangan mau dicuci otak oleh mereka-mereka yang tidak ada niat baik terhadap kita. Berjiwa besar, jangan punya rasa rendah diri, jangan punya rasa kalah sebelum berjuang," ujarnya.
Prabowo melanjutkan pesannya dengan meminta masyarakat tidak mudah takut menghadapi berbagai kemungkinan. Namun, dia kemudian menghentikan kalimatnya setelah menyinggung keberadaan wartawan.
"Sedikit-sedikit takut, nanti bagaimana? Nanti kita di... ya udah, ada wartawan saya nggak terusin," ucap dia.
Dalam pidatonya, Prabowo juga mengatakan dirinya semakin percaya diri setelah menghadiri acara tersebut. Dia menyebut masa kepemimpinannya belum genap dua tahun dan mengapresiasi dukungan koalisi yang mengusungnya.
"Saudara-saudara, terima kasih saya diundang di sini, saya, sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri? Karena belum 2 tahun saya menjalankan mandat dari rakyat, belum 2 tahun, kurang berapa minggu lagi ya? Saya kira kurang, kurang sebulan lagi percis 2 tahun, saya, dengan koalisi yang dukung saya, di mana saya tahu banyak alumni Gontor ada di situ, terima kasih dukungan," terangnya.
Prabowo kemudian menyinggung posisi Gontor yang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun, menurutnya, Gontor tetap perlu memahami politik dan berada di atas seluruh golongan politik.
"Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar. Gontor jangan ikut politik praktis, tapi harus faham politik. Gontor harus di atas segala golongan politik. Gontor tidak boleh ke mana-mana, tapi harus ada di mana-mana," tandas dia.
BERITA TERKAIT
-
Darurat Karhutla, Prabowo Terbang ke Kalimantan
-
RAPBN 2027 Sentuh Rp4.097 Triliun, Pemerintah Fokus 8 Program Prioritas
-
Prabowo Ungkap Kriteria Calon Gubernur BI: Jiwa Harus Merah-Putih
-
Prabowo Teken Perpres, Tunjangan Kinerja TNI-Pegawai Kemhan Resmi Naik
-
Prabowo Pilih Kuntadi jadi Jampidsus: Ditunggu 3 Kasus Mega Korupsi yang Seret Febrie