Bangun 2 RS Regional di Luwu-Gowa, Pemprov Sulsel Kucurkan Rp485 M
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa proyek infrastruktur kesehatan ini tidak berpatokan pada pencarian keuntungan daerah semata.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA – Pembangunan dua Rumah Sakit (RS) Regional di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Luwu oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendapat apresiasi positif. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk memangkas ketimpangan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Anggota Komisi X DPR RI asal Sulsel, Ashabul Kahfi, menegaskan bahwa pemenuhan fasilitas kesehatan merupakan kewajiban dasar negara yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi warga yang bermukim jauh dari pusat kota.
“Itu yang betul. Memang pemerintah tidak boleh abai dengan kesehatan masyarakat. Kita pernah mendengar daerah pedalaman kekurangan dokter, bahkan ada yang sampai wafat karena tidak tertangani dengan baik. Saya kira ini langkah tepat,” ujar Ashabul Kahfi dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Politisi PAN tersebut menjelaskan, Kota Makassar selama ini memikul beban berat sebagai satu-satunya pusat rujukan utama fasilitas kesehatan lanjutan di Sulsel. Kehadiran RS Regional di wilayah selatan (Gowa) dan utara (Luwu) diyakini akan memecah penumpukan pasien sekaligus memangkas jarak tempuh warga daerah.
“Selama ini kan selalu Makassar yang menjadi arah rujukan karena rumah sakitnya representatif. Nah kalau ada di daerah kan semakin bagus, ada di selatan dan ada di utara. Artinya banyak opsi dan kesehatan masyarakat juga bisa merata,” tambahnya.
Melalui program Multi Years Project (MYP), Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp485 miliar untuk merampungkan kedua rumah sakit tersebut. Pembangunan fisik menggunakan standar tipe C, namun fasilitas alat kesehatan (alkes) canggih serta ketersediaan dokter spesialis dipasang sesuai standar tipe B.
RS Regional wilayah selatan berlokasi di kawasan Malino, Kabupaten Gowa, dan telah melalui proses peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman pada Juli 2026 lalu. Sementara itu, RS Regional wilayah utara di Kabupaten Luwu saat ini tengah memasuki tahap akhir concept design dan dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa proyek infrastruktur kesehatan ini tidak berpatokan pada pencarian keuntungan daerah semata, melainkan berorientasi murni pada kemudahan akses warga.
“Harapan kita sebenarnya bukan murni orientasi profit atau bisnis, tapi lebih kepada akses layanan. Karena banyak daerah subterpencil, golden time-nya lewat dulu baru sampai ke Makassar. Sehingga kita mendekatkan layanan ke daerah perbatasan. Harapannya RS nanti ini bisa melayani semua daerah tetangga,” terang Andi Sudirman.
Selain meredistribusi dokter spesialis yang selama ini menumpuk di perkotaan, pembangunan RS Regional di Gowa dan Luwu ditargetkan dapat menekan angka kematian ibu dan anak (AKI/AKA) akibat keterlambatan penanganan medis.
“Jarak tempuh masyarakat juga bisa terpangkas, kemudian angka kematian ibu dan anak bisa kita tekan. Penderita kritis juga bisa terbantu karena sudah dekat, tidak perlu lagi ke Makassar,” pungkas Andi Sudirman.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
