Selasa, 22 September 2026 18:39

BMKG: Musim Hujan Datang Lebih Lambat, Puncaknya Desember-Januari

BMKG: Musim Hujan Datang Lebih Lambat, Puncaknya Desember-Januari

Saat ini, BMKG mencatat sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan baru akan mulai pada November namun dengan intensitas rendah. Musim hujan mendatang diprediksi akan lebih pendek.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, musim hujan 2026/2027 akan masuk secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.

“Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim (ZOM) atau 24,66 persen luas daratan Indonesia. Kemudian masuknya musim hujan pada periode Desember 2026, yaitu sebanyak 266 zona musim atau 17,31 persen luas daratan Indonesia,” kata Teuku dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Selasa (22/9).

Baca Juga

Berdasarkan perbandingan dengan kondisi normal periode 1991-2020, awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat. Sebanyak 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang mundur dari normal.

Sementara dari sisi durasi, sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan yang lebih pendek dari normal.

Pada kesempatan itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan turut menjelaskan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena awal musim hujan yang mundur membuat jarak menuju puncak musim hujan menjadi lebih singkat.

“Karena awal musim hujan mundur namun puncaknya tetap terjadi di Desember-Januari-Februari, rentang waktu antara awal musim dan puncak musim hujan menjadi sangat dekat serta durasinya lebih pendek,” kata Ardhasena.

Lebih lanjut, BMKG memprediksi puncak musim hujan terjadi secara bertahap, yakni pada Desember 2026 di 155 ZOM (36,94 persen), Januari 2027 di 162 ZOM (25,68 persen), dan Februari 2027 di 190 ZOM (16,79 persen).

Adapun mayoritas wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan normal pada musim hujan 2026/2027, yakni 510 ZOM atau 69,76 persen.

Kemarau Berakhir Bertahap Oktober-Desember

BMKG juga menyebut kondisi musim kemarau dan kekeringan yang masih berlangsung saat ini akan berakhir secara bertahap seiring masuknya musim hujan.

Ardhasena menerangkan, dampak El Nino terhadap kekeringan di Indonesia tidak akan berlangsung hingga El Nino berakhir. Sebab, wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan secara bertahap.

“El Nino di Pasifik memang diprediksi berlangsung hingga akhir kuartal pertama 2027. Namun perlu dibedakan, fenomena El Nino di Pasifik masih berlangsung, tetapi dampaknya terhadap kekeringan di Indonesia akan berakhir seiring masuknya musim hujan secara bertahap mulai Oktober, November, hingga Desember 2026,” tutur Ardhasena.

Saat ini, BMKG mencatat sebanyak 556 ZOM atau 61,91 persen luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.

BMKG berharap prediksi musim hujan 2026/2027 dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor untuk melakukan penyesuaian dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan kondisi iklim.

Informasi tersebut antara lain dapat digunakan untuk perencanaan sektor pertanian, sumber daya air, energi, lingkungan, kesehatan, dan kebencanaan.

 

Editor : Muh. Syakir
#BMKG #Musim Hujan
Berikan Komentar Anda