Kamis, 11 Maret 2021 14:49

Satu Desa Diminta Usulkan Satu Mahasiswa untuk Kuliah di IAI As'adiyah Wajo

MoU Pemkab Wajo dengan Institut Agama Islam As'adiyah.
MoU Pemkab Wajo dengan Institut Agama Islam As'adiyah.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah penyiapan sumber daya manusia generasi insani dalam menghadapi era globalisasi, era digital dan era industri 4.0.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Pemkab Wajo melaksanakan MoU dengan Institut Agama Islam (IAI) As'adiyah, Kamis (11/3/2021). Kerjasama itu tentang pengutusan satu desa satu mahasiswa untuk Kuliah di IAI As'adiyah Sengkang dengan dibiayai oleh Dana Desa.

Program ini sudah terlaksana sejak tahun 2020 lalu. Nantinya setelah lulus diharuskan mengabdi di masing-masing desa yang mengutusnya.

Penandatanganan tersebut dihadiri langsung Bupati Wajo Amran Mahmud dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI Prof Dr Suyitno bersama Kasubdit Kasi Penjaminan Mutu Kelembagaan, Sekretaris Kopertiis Wilayah VIII.

Baca Juga

Disamping itu juga hadir Rektor IAIN Bone, Wakapolres Wajo, Kasdim 1406 Wajo, Kadis PMD, Civitas Akademika dan Mahasiswa IAI as'adiyah Sengkang serta undangan lainnya.

Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan bahwa di Wajo didirikan pondok pesantren tertua yaitu Pondok Pesantren As'adiyah sehingga Kabupaten Wajo ini dikenal sebagai kota santri yang telah mencetak banyak ulama.

Dikatakan, salah satu yang menjadi perhatiannya adalah penyiapan sumber daya manusia generasi insani dalam menghadapi era globalisasi, era digital dan era industri 4.0.

"Kami perintahkan kepada Dinas PMD untuk mencari dan menyiapkan generasi insani di setiap desa yang mau menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi IAI As'adiyah. Tentu ini kami lakukan untuk menjawab tantangan ke depan memasuki era globalisasi dan era industri 4.0. Tahun lalu ada 58 anak yang mengikuti program ini," ungkap Amran Mahmud.

Pada kesempatan itu juga, orang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini menyampaikan bahwa sampai saat ini sudah banyak pondok tahfidz Al-Qur'an sudah tercatat. Dan 1.500 anak yang sedang menghafal Al-Qur'an.

"Selama kurung waktu dua tahun kepemimpinan kami, sudah cukup banyak pondok Tahfidz yang kami resmikan. Berdasarkan Data yang tercatat di Bagian Kesra, sudah ada 1.500 anak yang sementara menghafal Al-Qur'an. Kami berharap di kepemimpinan kami bisa mencetak ribuan penghafal Al-Qur'an," harapnya.

Sementara untuk program gerakan mesjid cantik (gemantik), Amran mengatakan kalau sudah membuat Perbup menjelaskan standarisasi masjid cantik.

"Kami juga sudah membuat Perbup yang mengatur standar kelayakan mesjid, karena mesjid cantik itu tidaklah harus mewah, tetapi lebih kepada memiliki memiliki standar kelayakan dari segala aspek. tentu juga mesjid tersebut diharapkan bisa dimakmurkan oleh jamaah," tutupnya.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Jusrianto
#Pemkab Wajo #Institut Agama As'adiyah
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer