Muh. Syakir : Jumat, 16 Oktober 2026 10:19

PALU, PEDOMANMEDIA - Partai Demokrat Sulteng menggelar kegiatan amal berupa donor darah dalam rangkaian HUT ke-25. Kegiatan ini bagian dari strategi konsolidasi kemanusiaan dan elektoral.

*Partai Demokrat sedang membangun narasi sebagai partai yang matang, berpengalaman, dan peduli. Di usia 25 tahun, isu yang diangkat bukan lagi kekuasaan, tapi kemanusiaan," ujar Juru Bicara Partai Demokrat Sulteng Talitti Paluge.

Talitti juga menyinggung posisi ganda Anwar Hafid sebagai Ketua Demokrat Sulteng.

"Beliau memiliki dua marwah yang sangat strategis - sebagai Ketua DPD Demokrat Sulteng dan sebagai Gubernur Sulteng. Ketika Gubernur turun langsung donor darah di Sekretariat Partai, batas antara aktivitas partai dan aktivitas pemimpin daerah menjadi ter ELABORASI secara positif. Ini memperkuat citra Demokrat sebagai partai pemerintah yang merakyat," jelasnya.

Menurut Talitti, donor darah adalah kegiatan dengan nilai sosial tertinggi. Tidak ada transaksi uang, yang ada adalah pemberian bagian tubuh untuk orang lain.

"Ini strategi yang cerdas secara sosiologis. Masyarakat Sulteng, terutama kelas menengah bawah, memiliki keraguan untuk donor karena takut lemas/tidak bisa kerja. Pemberian sembako berfungsi sebagai _insentif sosial_ dan _jaring pengaman psikologis_ - "setelah donor, kebutuhan pangannya diperhatikan". Ini meningkatkan partisipasi secara signifikan," papar Talitti.

Di tengah kejenuhan publik terhadap politik yang gaduh dan penuh konflik, Demokrat memilih jalur politik kemanusiaan. Ini adalah _positioning_ yang aman dan diterima semua kalangan. Sulit bagi lawan politik untuk menyerang kegiatan donor darah.

Target 500 pendonor di provinsi dan serentak di 13 kabupaten/kota adalah latihan konsolidasi mesin partai. Mendatangkan 500 orang ke sekretariat partai untuk kegiatan positif adalah bukti bahwa struktur partai masih hidup dan mampu memobilisasi massa. Ini modal penting menuju 2029.

Talitti mengemukakan kegiatan ini adalah contoh politik beretika. Menggabungkan instruksi pusat, kepemimpinan lokal yang kuat (Gubernur merangkap Ketua DPD), dan kebutuhan riil masyarakat (darah dan pangan). Demokrat Sulteng di bawah Anwar Hafid berhasil mengubah kegiatan seremonial HUT partai menjadi gerakan sosial yang memiliki dampak nyata dan citra positif.

 

TAG

BERITA TERKAIT