Muh. Syakir : Sabtu, 17 Oktober 2026 18:30

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Menyambut Hari Jadi ke-357 Sulawesi Selatan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Webinar ASN Adaptif Seri 69 secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat pemahaman Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenai pentingnya inovasi, kolaborasi, dan pengembangan ekonomi daerah berbasis produktivitas.

Webinar bertema ASN Adaptif Ekonomi Produktif: “Inovasi dan Kolaborasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan" ini diintegrasikan dengan semangat Hari Jadi Sulsel yang mengusung visi "Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur".

Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa webinar rutin ini merupakan komitmen Pemprov Sulsel dalam menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 Pasal 49 Ayat (1) mengenai kewajiban ASN untuk terus mengembangkan kompetensi.

"Hingga Seri 68 sebelumnya, akumulasi partisipasi telah mencapai 161.298 peserta. Kehadiran Seri 69 ini diharapkan memberi spirit bagi para ASN agar makin produktif, baik dalam kuantitas maupun kualitas kerja demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ungkap Jufri.

Ia menambahkan, dua materi yang disajikan dalam seri ini dirancang untuk memotivasi ASN agar makin produktif dalam mengawal kualitas pelayanan publik dan kinerja organisasi.

"Semoga dua tema hari ini bisa memberikan spirit bagi kita semua untuk terus mengedepankan kemampuan kerja dengan kualitas dan kuantitas yang makin produktif," kata Jufri.

Dalam webinar tersebut, dua narasumber dihadirkan untuk memaparkan langkah strategis penguatan ekonomi berbasis UMKM, industri, dan perdagangan daerah.

Narasumber pertama, Konsultan UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi dan UKM Sulsel Bahtiar Baso, membeberkan potensi besar UMKM di Sulsel yang didominasi usaha mikro sebesar 99,53 persen, serta 36 persen koperasi yang masih belum aktif. Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya mendorong transformasi layanan publik melalui terobosan New PLUT Sulsel.

"Kami di Dinas Koperasi dan UKM mendorong paradigma baru dengan pelayanan satu atap one stop service. Pendampingan tidak lagi pasif menunggu bola di loket, melainkan proaktif, personal, dan berkelanjutan," jelas Bahtiar.

Ia mengungkapkan, PLUT Sulsel kini menyediakan berbagai fasilitas inkubasi gratis, seperti rumah kemasan, studio podcast, hingga program pendampingan rutin Senin Ceria dan Kamis Manis yang telah memfasilitasi 152 kuota sertifikasi halal reguler serta melayani lebih dari 4.500 UMKM di Sulsel.

Sementara itu, narasumber kedua, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Nining Wahyuni, menyoroti tantangan penurunan nilai ekspor pelabuhan Sulsel sebesar 22,34 persen akibat kendala ketiadaan Surat Keterangan Asal (SKA) pada sejumlah komoditas unggulan non-kopi.

"Orientasi ASN bukan lagi sekadar kegiatan selesai atau menghitung berapa izin yang terbit, tetapi bagaimana manfaat ekonomi dapat dibuktikan melalui peningkatan kapasitas bisnis, legalitas HAKI, dan terjadinya pembelian berulang," tegas Nining.

Nining menambahkan, Pemprov Sulsel telah merespons cepat kendala tersebut dengan menerbitkan Surat Edaran Gubernur ke kabupaten/kota agar seluruh komoditas yang diekspor wajib mencatatkan daerah asalnya.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, dimana para peserta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung dan berkonsultasi mengenai strategi penyelesaian kendala pengembangan koperasi serta UMKM di wilayah masing-masing.