MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Muhammad Awal Chairuddin akan merekrut remaja pelaku tawuran untuk ikut pendidikan dan pelatihan (diklat) di Sekolah Polisi Negara (SPN). Mereka akan dibekali keterampilan agar siap untuk bekerja di berbagai bidang.
"Kita akan buatkan diklat singkat di SPN dulu. Nanti mereka akan dibekali skil dan siap untuk bekerja," ujar Awal saat dialog dengan warga Tamalanrea di Hotel Grand Puri Indonesia (GPI), Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (21/10/2026).
Masa diklat untuk pelaku tawuran ini direncanakan berlangsung sekitar sepekan. Dalam diklat tersebut, mereka akan menerima pembinaan untuk menanamkan nilai-nilai moral.
"Di SPN mungkin berapa hari, 5-7 hari, ditanamkan lagi tentang hal yang baik, dipanggil orang tuanya. Nanti pemateri bisa berpartisipasi nanti, berikan nilai-nilai moral, kalau dia muslim," ucapnya.
"Yang kalau tidak muslim, ditanamkan juga nilai-nilai ketakwaan, sesuai agama-agama yang masing-masing. Nanti saya minta saran, berapa hari bagusnya diklat singkat itu," tambah Awal.
Sebelum mengikuti diklat, para pelaku tawuran akan diperiksa dan didata. Setelah selesai mengikuti diklat, mereka selanjutnya akan dilantik dan menerima sertifikat sebagai agen perubahan di lingkungannya.
"Jadi, dia keluar nanti, dilantik sama kepala SPN sebagai agen-agen perubahan di pemuda-pemuda. Dia dikasihkan semacam sertifikat sebagai agen perubahan," ujarnya.
Awal menegaskan upaya ini untuk untuk mengurangi masalah-masalah kenakalan remaja. Dia berharap diklat yang diikuti para pelaku tawuran nantinya bisa berdampak di masyarakat.
"Dari itu dikasih pemahaman-pemahaman, dijadikan agen untuk melakukan perubahan-perubahan di masyarakat kita," sambung Awal.
Awal mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk merekrut para pelaku tawuran ini. Lapangan pekerjaan yang disiapkan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
"Sekaligus juga kita upayakan lapangan pekerjaan ke mereka. Jadi, saya sudah berbicara dengan Kalla Group, Bosowa, Tallasa City, atau siapapun nanti kita salurkan nanti mereka sebagai tenaga kerja yang mungkin tidak memerlukan skill secara tertentu, sehingga bisa mendapatkan tempat pekerjaan," ungkapnya.