Sabtu, 13 Maret 2021 07:00

3 Tahun Bergulir, Kasus Toilet Buntu Burake Terganjal Audit BPKP

AKBP Sarly Sollu
AKBP Sarly Sollu

Penyidik belum bisa memberi simpulan. Apakah ada kerugian negara atau tidak. Masih menunggu hasil audit BPKP.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Delapan orang telah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan toilet Buntu Burake, Tana Toraja. Polisi mengonfirmasi masih membutuhkan waktu untuk menangani kasus ini.

Pengerjaan toilet di kawasan wisata itu dikecam karena menelan anggaran terlalu fantastis. Rp1,4 miliar. Toilet Buntu Burake juga bermasalah karena tidak pernah dimanfaatkan lantaran sarana dan prasarananya yang tak memenuhi standar.

Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu mengungkapkan, sebenarnya proyek tersebut bukan sebatas toilet. Tapi penataan objek wisata religi. Adapun toilet yang dibangun adalah bagian dari proyek tersebut.

Baca Juga

Sarly membenarkan pihaknya telah memeriksa 8 orang. Mereka yang diperiksa adalah pihak-pihak yag terkait langsung dengan proyek terasebut.

"Totalnya 8 orang. Kita sudah periksa. Mereka ini orang orang yang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Yaitu orang yang bekerja, kemudian PPK-nya, kepala dinasnya," kata Sarly, Jumat (12/3/2021).

Menurut Sarly, pihaknya juga berharap agar pemerintah melalui Ispektorat mau bekerja sama dalam mengungkap kasus ini. Peran inspektorat dinilai cukup penting karena merekalah yang mengetahui persis alur pencairan anggaran.

"Merekalah yang mengetahui prosedur pencairannya. Prosedur pekerjaannya termasuk juga untuk melihat kerugian negara," ungkapnya.

Sarly menambakan bahwa tim ahli sudah memeriksa proyek tersebut. Pihaknya masih membutuhkan masukan tim ahli sebagai pembanding.

"Tim ahli sudah diperiksa tapi kita periksa lagi tim ahli sebagai pembanding, supaya itu lebih transparan. Artinya tidak ada keberpihakan," bebernya.

Sarly mengaku belum bisa memberi simpulan. Apakah ada kerugian negara atau tidak. Pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP.

"Soal adanya kerugian negara atau tidak kami belum bisa simpulkan, karena kami harus berkoordinasi dulu dengan BPKP atau BPK karena merekalah yang tahu," paparnya. .

Penanganan kasus dugaan korupsi proyek toilet Buntu Burske sempat dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, hingga setahun bergulir kasus ini masih berkutak di tahap menyidikan.

Penyidik Polres Tator sudah memeriksa beberapa pihak. Namun belum ditetapkan satupun tersangka.

Untuk diketahui proyek toilet Buntu Burake ini dibangun pada tahun 2017, dengan angaran fantastik sebanyak Rp 1,4 miliar. Proyek ini dikerjakan CV Bangsa Damai.

Penyidik telah memeriksa kontraktor CV Bangsa Damai sebagai penyedia barang atau kontraktor pelaksana kegiatan, dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Mereka diperiksa awal 2019.

Pada Januari 2019 Kepala Dinas Pariwisata Tana Toraja juga dijadwalkan untuk pemeriksaan. Namun ia mangkir. Pemeriksaan dijadwalkan kembali dan kabarnya pertengahan 2019 penyidik telah memeriksa Kadis Pariwisata Tator.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Kapolres Tator #Kasus Toilet Buntu Burake #Pemkab Tator
Berikan Komentar Anda