Muh. Syakir : Minggu, 08 November 2026 08:40

JAKARTA, PEDOMANMEDIA — Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-419, Pemerintah Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2026 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (6/11/2026). Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware Bau Djemma, hadir mewakili Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap komitmen dan upaya Pemkot Makassar dalam menjaga, melestarikan, serta memajukan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

“Alhamdulillah. Selamat dan sukses untuk Bapak Wali Kota Makassar, Pak Munafri. Kota Makassar meraih Anugerah Kebudayaan Nasional 2026 kategori Pemerintah Daerah,” ujar Andi Patiware usai menerima penghargaan.

Menurut Patiware, Anugerah Kebudayaan Indonesia bukan sekadar penghargaan atas banyaknya kegiatan atau festival budaya yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Lebih dari itu, penilaian juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem kebudayaan melalui kebijakan, dukungan anggaran, dan program yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian Pemkot Makassar dalam mendorong pemajuan kebudayaan.

Pertama, penguatan kebijakan dan regulasi. Makassar telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah serta sejumlah regulasi terkait pelestarian cagar budaya.

Selain itu, Pemkot Makassar juga tengah menyempurnakan zonasi kawasan Kota Tua sebagai bagian dari upaya melindungi kawasan bersejarah dan menjaga warisan arsitektur serta identitas kota.

Kedua, dukungan penganggaran. Pemerintah kota terus mendorong alokasi anggaran melalui APBD untuk mendukung perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Dukungan anggaran tersebut dinilai penting agar program pemajuan kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diwujudkan melalui perlindungan warisan budaya, pengembangan kreativitas, serta pemberdayaan pelaku seni dan budaya.

Ketiga, penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan. Instrumen ini digunakan untuk mengukur sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan kebudayaan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Poin ketiga, penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan sebagai instrumen untuk mengukur sekaligus mengevaluasi capaian pembangunan kebudayaan secara berkelanjutan,” jelas Patiware.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar itu menegaskan, di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin, kebudayaan diharapkan menjadi bagian strategis dalam arah pembangunan kota, bukan sekadar pelengkap agenda pemerintahan.

Menurutnya, identitas, nilai sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya lokal harus tetap terjaga di tengah perkembangan Makassar sebagai kota metropolitan.

Patiware juga menekankan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah, seniman, budayawan, komunitas budaya, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan kebudayaan Makassar.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur maupun perkembangan fisik. Kemampuan menjaga identitas, merawat warisan sejarah, dan mengembangkan kebudayaan juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah kemajuan daerah.

“Dengan Anugerah Kebudayaan Indonesia tingkat nasional ini, kita memperkuat komitmen menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan kota yang inklusif di Makassar,” tutup Patiware.