Sabtu, 13 Maret 2021 13:08

Telan Rp9,8 Miliar, Proyek Penataan Kota Makale Masuk Bidikan KPK

Salah satu proyek penataan kota Makale yang telah dilakukan pengerasan.
Salah satu proyek penataan kota Makale yang telah dilakukan pengerasan.

PPK tak menampik proyek tersebut tersendat. Menurutnya ada kendala teknis dari pihak kontraktor.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Proyek penataan kota Makale yang diproyeksikan menelan anggaran Rp9,8 miliar menuai banyak sorotan setelah pelaksanaannya tersendat. Proyek ini diduga mengalami banyak masalah teknis.

Selain tersendat karena kondisi alam, dilaporkan minimnya sarana alat berat milik kontraktor membuat progres proyek juga menjadi lamban. Kabarnya, proyek ini salah satu yang mendapatkan atensi KPK usai Nurdin Abdullah ditangkap.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar Djusman AR mengatakan, semua proyek infrastruktur yang bergulir di bawah kepemimpinan Nurdin Abdullah ditelusuri KPK. Termasuk proyek penataan Kota Makale.

Baca Juga

Proyek proyek itu masuk dalam bidikan KPK. Dari hasil penggeledahan dokumen di kantor Gubernur Sulsel, dua pekan lalu turut ditemukan berbagai dokumen janggal. Semua diduga merujuk pada proyek infrastruktur di berbagai daerah.

"Dengan adanya kasus kemarin itu sudah menjadi pintu masuk KPK untuk menyelidiki kasus-kasus dugaan korupsi yang ada di Sulsel. Termasuk juga yang ada di Toraja. Semuanya sudah jalan itulah gunanya penggeledahan kemarin," kata Djusman.

Menurut Djusman, KPK bekerja dengan planning matang. Jadi setiap kasus akan ditelusuri dengan sangat detail. Jika ada kasus memiliki korelasi antara satu dengan yang lain, maka sudah pasti akan diangkat.

"Kita tunggu saja KPK bekerja. Karena sekarang proses hukum sedang berjalan," jelasnya.

Sementara itu, PPK proyek penataan Kota Makale, Gersoni mengaku tidak masalah jika proyek ini ikut diselidiki KPK. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang menemukan ada kejanggalan untuk melaporkannya.

"Kalau memang ada yang mau lapor ke KPK silakan, lebih bagus lagi itu," katanya.

Gersoni tak menampik proyek tersebut tersendat. Menurutnya ada kendala teknis dari pihak kontraktor. Alat berat milik kontraktor kurang sehingga pengerjaannya belum rampung 100%.

"Jadi yang menjadi masalah alat berat kontraktornya yang kurang memadai sehingga proyeknya belum rampung 100%," bebernya.

Gersoni menjelaskan, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Sabar Jaya. Anggarannya Rp9,8 miliar bersumber dari dana alokasi kasus (DAK) Tahun 2020.

Kata dia, sejauh ini anggaran telah cair 31% atau sekitar Rp3 miliar.

Sementara itu Rizal, dari PT Sabar Jaya saat ditemui di lokasi Jumat (12/03/2021/) mengakui ia menghadapi kendala teknisdi lapangan. Menurutnya, air selalu naik sehingga harus menambah volume yang menyebabkan pekerjaan agak terlambat.

"Ini sebelumnya dikasih 15 cm tapi karena air selalu naik kami disuru tambah volume. Dan ini rencananya di sana kami akan rabat beton dan ini juga kami sudah kena dendum," katanya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Proyek Penataan Kota Makale #DAK Tator #KPK
Berikan Komentar Anda