Senin, 15 Maret 2021 08:38

AstraZeneca Bantah Vaksinnya Sebabkan Pembekuan Darah: Tak Ada Bukti

Ilustrasi (Int)
Ilustrasi (Int)

AstraZeneca mengklaim penghentian sementara penggunaan vaksin terlalu prematur. Penghentian itu lebih karena upaya penelitian lanjutan.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Produsen AstraZeneca membantah vaksin yang mereka produksi memiliki efek serius yang bisa menyebabkan pembekuan darah. Mereka menyebut AstraZeneca memiliki tingkat keamanan tinggi.

"Kajian hati-hati terhadap seluruh data keamanan yang ada pada lebih dari 17 juta penerima vaksin di Uni Eropa dan Inggris dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca menunjukkan tidak ada bukti peningkatan risiko embolisme paru, deep vein thrombosis atau thrombocytopenia, pada kelompok umur manapun, gender, batch, maupun negara tertentu," sebut AstraZeneca dikutip dari Reuters, Senin (15/3/2021).

AstraZeneca mengklaim laporan dari beberapa negara Eropa atas penghentian sementara penggunaan vaksin, dinilai terlalu prematur. Penghentian itu lebih karena upaya penelitian lanjutan dari negara bersangkutan.

Baca Juga

Sejauh ini negara-negara pengguna masih harus meneliti untuk membuktikannya. Selain itu, WHO juga belum mengeluarkan peringatan bahaya atas AstraZeneca.

Sementara itu Indonesia memilih tak mengikuti langkah negara-negara Eropa. Indonesia akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Satgas Covid-19 menyebutkan lebih dari 10 juta vaksin AstraZeneca telah digunakan di Tanah Air dan belum ada laporan kasus pembekuan darah. Sejauh ini BPOM juga tak mengeluarkan rekomendasi penghentian sama sekali.

Pekan lalu setelah Denmark, Norwegia dan Islandia, beberapa negara di belahan Eropa lainnya juga menyetop penggunaan vaksin AstraZeneca. Vaksin ini diobservasi telah memberi efek serius pada sejumlah pasien.

Empat negara Eropa yang menyetop penggunaan AstraZeneca pekan lalu adalah Estonia dan Latvia. Lithuania, dan Luksemburg juga turut menangguhkan penggunaan vaksin tersebut karena banyaknya laporan efek samping yang tidak biasa.

Sejumlah pakar di Eropa tetap merekomendasikan penghentian sementara. Penghentian untuk memberikan kesempatan kepada otoritas negara masing-masing melakukan penelitian.

AstraZeneca perusahaan Inggris-Swedia yang mengembangkan vaksin Covid-19 bersama Universitas Oxford membela keamanan produknya. Inggris yang gencar melakukan vaksinasi dengan vaksin Covid-19 AstraZeneca juga menyebutnya aman dan efektif.

Penangguhan vaksinasi Denmark akan ditinjau lagi setelah dua minggu, sehingga target seluruh populasi orang dewasa yang divaksinasi bergeser ke pertengahan Agustus, dari yang semula awal Juli.

Editor : Muh. Syakir
#Vaksin AstraZeneca #Eropa #Satgas Covid-19
Berikan Komentar Anda