Senin, 22 Maret 2021 13:40

Eropa Tetap Tunda, Jokowi Instruksikan AstraZeneca Segera Didistribusikan

Joko Widodo
Joko Widodo

BPOM dan MUI memberi lampu hijau. BPOM mengklaim AstraZeneca yang disetop di Eropa berbeda dengan yang dipasok ke Indonesia.

SIDOARJO, PEDOMANMEDIA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memberi sinyal terhadap kehalalan vaksin AstraZeneca. Dua lembaga ini merekomendasikan vaksin tersebut dipakai dalam kondisi darurat.

Merespons rekomendasi MUI dan BPOM, Presiden Joko Widodo menginstruksikan segera disiapkan teknis distribusinya ke masyarakat. Rencananya vaksin AstraZeneca akan dipakai untuk kalangan pesantren.

"Saya pikir sekarang bagaimana agar distribusinya mulai dipikirkan. Saya sudah bicara dwngan kiai di Jawa Timur. Dan ini siap divaksin kepada pesntren," ujar Jokowi di Sidoarjo, Senin (22/3/2021).

Baca Juga

Jokowi mengaku sudah menyampaikan rencana itu kepada Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Tadi saya sudah memerintahkan ke Menteri Kesehatan untuk segera mendistribusikan vaksin AstraZeneca ke Jawa Timur dan provinsi-provinsi lainnya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca. MUI menyatakan vaksin AstraZeneca boleh digunakan dalam situasi darurat.

Sementara BPOM mengklaim AstraZeneca yang disetop di Eropa berbeda dengan yang dipasok ke Indonesia.

"Nomor batch yang ditangguhkan di Eropa berbeda dengan nomor batch yang masuk ke Indonesia saat ini. Data mutu sudah kita lihat dan itu menjadi pertimbangan dalam pengeluarkan EUA," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/3/2021).

Sehari sebelumnya produsen AstraZeneca membantah vaksin yang mereka produksi memiliki efek serius yang bisa menyebabkan pembekuan darah. Mereka menyebut AstraZeneca memiliki tingkat keamanan tinggi.

AstraZeneca mengklaim laporan dari beberapa negara Eropa atas penghentian sementara penggunaan vaksin, dinilai terlalu prematur. Penghentian itu lebih karena upaya penelitian lanjutan dari negara bersangkutan.

Sejauh ini negara-negara pengguna masih harus meneliti untuk membuktikannya. Selain itu, WHO juga belum mengeluarkan peringatan bahaya atas AstraZeneca.

Sementara itu Indonesia memilih tak mengikuti langkah negara-negara Eropa. Indonesia akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Jokowi #Vaksin AstraZeneca #MUI #BPOM RI
Berikan Komentar Anda