Selasa, 23 Maret 2021 22:41

Usai Aksi Anarkis Ratusan Massa, Manokwari Berangsur Kondusif

Korban tewas dalam keributan dinihari tadi yang berbuntut aksi anarkis massa di Manokwari.
Korban tewas dalam keributan dinihari tadi yang berbuntut aksi anarkis massa di Manokwari.

Keributan dini hari tadi menewaskan dua warga yakni Daud Wambrauw dan Hugo Saiduy. Peristiwa terjadi di dekat Gereja Dok-4 Transito Kelurahan Wosi.

MANOKWARI, PEDOMANMEDIA - Kasus pembunuhan dua warga di Jalan Transito dekat Gereja Dok 4 Kelurahan Wosi, Manokwari, berbuntut perusakan sejumlah fasilitas umum di Manokwari. Aktivitas ekonomi juga nyaris lumpuh akibat aksi massa sepanjang siang tadi.

Fasilitas publik seperti perbankan di seputaran Jalan Yossudarso Sanggeng,  Hady Mall dan Orchid Swalayan tampak lengang. Begitu juga Pasar Sentral Sanggeng serta Pasar Wosi tidak terlihat adanya aktivitas berarti pascaperistiwa pembunuhan.

Keributan dini hari tadi menewaskan dua warga yakni Daud Wambrauw dan Hugo Saiduy. Peristiwa terjadi di dekat Gereja Dok-4 Transito Kelurahan Wosi. Dua korban ditemukan tewas bersimbah darah.

Baca Juga

Beberapa jam setelah kejadian, kepolisian mengambil langka cepat dengan menangkap pelaku. Pelaku kini diamankan di Polres Manokwari.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi membenarkan penangkapan itu.

"Ia benar pelaku berinisial AA pria 22 tahun, sudah ditangkap tim kepolisian," kata Adam Erwindi.

Adam Erwindi dalam keterangan tertulis menyebutkan kronologis kejadian berawal ketika pada pukul 03.00 WIT tersangka datang ke TKP (mess di dekat Gereja dok 4)

"Saat itu Tersangka duduk di depan mess lalu kedua korban berteriak Jangan mau dengan laki-laki ini, Dia tidak ada Uang" tutur Adam.

Tersinggung dengan teriakan korban, pelaku masuk di dalam gedung mess. Namun masih saja diteriaki oleh korban.

Kesal terus diganggu, korban mencabut senjata tajam dan langsung menyerang korban.

"Tersangka merasa terhina sehingga mencabut pisau dan menikam kedua korban," jelasnya.

Ia sempat melarikan diri usai kejadian. Namun atas saran keluarga, tersangka akhirnya menyerahkan diri.

Jenazah Korban Diarak

Sementara pihak keluarga korban yang tidak terima melakukan aksi dengan mengarak jenazah korban ke Polres Manokwari. Bukan hanya itu sejumlah ruas jalan utama sempat di palang warga.

Seperti di depan SMP Negeri di Jalan Yossudarso, Jalan Pahlawan dan pertigaan Makalow terjadi aksi bakar baliho oleh pihak keluarga yang tidak terima dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Percayakan Kasusnya Ditangani Polisi

Koordinator Bidang HAM Dewan Adat Papua DAP Wilayah III Doberay, Yan Cristian Warinussy mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.

"Sebagai Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) pada Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, saya memberi imbauan kepada seluruh rakyat Papua, khususnya keluarga korban untuk melihat dengan jernih, arif dan bijaksana terhadap kasus pembunuhan ini," kata Yan Cristian Warinussy.

Dikatakannya, kasus pembunuhan ini hendaknya dipercayakan sepenuhnya kepada Polres Manokwari dan jajarannya untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku. Kemudian memproses pelakunya menurut prinsip-prinsip hukum pidana hingga ke pengadilan.  

Sementara itu, Dewan Adat Papua (DAP) diharapkan dapat berperan bersama Kapolres Manokwari untuk mempertemukan para tetua adat  untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Manokwari dan sekitarnya.

Suasana Kembali Kondusif

Suasana mencekam yang sempat terjadi di Manokwari usai pembunuhan dua warga, berangsur mulai kondusif. Aparat berhasil mencegah meluasnya aksi protes.

Di beberapa ruas jalan, aparat gabungan tampak masih berjaga jaga hingga malam tadi. Sementara massa yang sepanjang siang melakukan aksi anarkis mulai diurai. Tak terlihat lagi ada kelompok-kelompok warga dalam jumlah besar.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi kepada awak media meminta masyarakat tidak terprovokasi. Menurut Adam, peristiwa penganiayaan yang menewaskan dua warga Manokwari murni tindak kriminal.

"Karena itu kami minta agar masyarakat menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian khususnya Polres Manokwari. Ini murni tindak pidana," ucap Adam, Selasa malam (23/3/2021).

Adam juga mengimbau masyarakat agar pada saat mengantar jenazah ke pemakaman Rabu besok, tidak melakukan tindakan yang bisa memperkeruh situasi. Ia mengingatkan tidak boleh ada aksi-aksi anarkis atau demonstratif berlebihan.

"Kami minta tetap menjaga ketertiban saat mengantar jenazah. Tidak melakukan aksi-aksi lain, seperti menjarah atau melempari kaca toko. Kasihan masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban aksi provokatif tersebut. Mari kita jaga Manokwari agar aman dan kondusif demi keamanan dan kenyamanan kita bersama", tutup mantan Kapolres Manokwari tersebut.

Penulis : Chatrina Pakonglean
Editor : Muh. Syakir
#Anarkis di Manokwari #Pembunuhan Warga Manokwari #Polda Papua Barat
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer