Jusrianto : Minggu, 11 Oktober 2020 07:00
Ilustrasi.

BONE, PEDOMANMEDIA - Aksi unjuk rasa Omnibus Law di Bone dinilai berpotensi menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19. Jubir Satgas PPC Covid-19 Bone, Yusuf menghimbau aspirasi masyarakat disampaikan dengan cara lain yang tidak kontraproduktif.

Hal itu sebagai upaya bersama mempertahankan situasi pandemi Covid-19 Bone yang sudah terkendali.

Yusuf juga mengimbau ke semua peserta aksi agar sadar melakukan isolasi mandiri selama beberapa hari ke depan agar lebih bisa mengurangi resiko penularan ke orang lain.

"Bagi yang merasa ada gejala atau keluhan bisa menghubungi faskes terdekat. Lebih baik lagi kalau ada kesadaran memeriksakan diri dgn rapid test atau swab PCR karena telah melakukan kegiatan yang berisiko terjadinya penularan," katanya, Sabtu (10/10/2020) kemarin.

Ia melihat aksi demonstrasi yang dilakukan di Bone termasuk yang tidak sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Kalau kita lihat demo yang dilakukan tidak ada yang menerapkan protokol kesehatan. Memang agak sulit kalau unjuk rasa mau dipaksa terapkan protokol kesehatan. Sehingga kita khawatir dengan potensi munculnya kluster demo, yang hasilnya bisa kelihatan dua pekan ke depan," jelasnya.