Jumat, 26 Maret 2021 09:19

Luncurkan 'Jelita' di Masa Pandemi, Disdukcapil Bulukumba Sisir Lorong

Andi Mulyati Nur
Andi Mulyati Nur

Selama masa pandemi COVID-19, pemerintah meliburkan sekolah tatap muka. Sebab itu, lorong dan TPA menjadi lokasi alternatif penerbitan KIA.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Bulukumba memperkenalkan inovasi baru layanan kependudukan. Inovasi itu diluncurkan di masa pandemi COVID-19. Namanya Jemput Bola Layanan Identitas KIA disingkat Jelita.

Sasaran program ini adalah pembuatan kartu identitas anak (KIA). Para petugas Dukcapil Bulukumba turun menyisir lorong-lorong yang ada di kota Bulukumba untuk mendata anak-anak yang belum memiliki KIA.

Sementara di luar kota di kecamatan lainnya, lokasi penerbitan KIA dalah TPA.

Baca Juga

Selama masa pandemi COVID-19, pemerintah meliburkan sekolah tatap muka. Sebab itu, lorong dan TPA menjadi lokasi alternatif penerbitan KIA (Kartu Identitas Anak).

"Kenapa kita masuk lorong? Karena sekolah diliburkan di masa pandemi COVID-19. Setelah masuk lorong, begitu lihat anak-anak, kita langsung turun," kata Kepala Dinas Dukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur di ruang kerjanya, Jumat (26/3/2021).

Ia menjelaskan, target nasional untuk penerbitan KIA sebesar 30 persen tak bisa ditawar. Dengan kata lain, lanjutnya, 30 persen anak yang ada di daerah harus memiliki KIA.

Dengan demikian, Dinas Dukcapil Bulukumba bekerja maksimal. Hasilnya juga memuaskan. Telah melampaui target nasional tersebut.

"Sekarang sudah 38,59 persen atau 32.771 anak yang telah memiliki KIA di Bulukumba. Ini dikerjakan dalam waktu dua bulan lebih dan berjalan di semua kecamatan," katanya.

Mulyati menuturkan, untuk syarat mendapatkan KIA tersebut, cukup memperlihatkan Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.

"Kalau anak yang kita temui untuk penerbitan KIA, dia tidak punya akte kelahiran, maka di situ bisa langsung dibuatkan," katanya.

Sebenarnya, lanjut Mulyati, penerbitan KIA sebesar 30 persen sudah diwajibkan sejak tahun 2020 lalu. Namun, di awal 2020 langsung diserang pandemi COVID-19.

"Anak-anak yang sudah kita rekam di 2020 baru di TK Bhayangkari, kerja sama dengan Polres. Setelah itu, masuk pandemi COVID-19. Jadinya terbengkalai lagi," terangnya.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Program Jelita #Disdukcapil Bulukumba #KIA
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer