MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril mengeluarkan surat edaran (SE) agar siswa, guru, dan karyawan tidak beraktifitas di sekolah. Hal itu menyusul adanya peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral pada Minggu (28/3/2021) kemarin.
Sebagaimana diketahui, lokasi kejadian dengan lokasi Sekolah Islam Athirah berada pada jarak yang cukup dekat. Atas pertimbangan itu, Syamril mengeluarkan imbauan untuk tidak melakukan aktifitas di lokasi sekolah.
“Melalui surat ini, kami menyampaikan bahwa lingkungan Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido “disterilkan” dari aktivitas apapun terhitung mulai Senin-Rabu, 31 Maret 2021. Oleh karena itu, bagi seluruh siswa, guru, dan karyawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekolah dengan alasan apapun” demikian bunyi surat edaran tersebut yang tertanggal 28 Maret 2021.
Sementara itu, Kepala Depertemen Hubungan Masyarakat Muthmainnah yang dihubungi belum dapat memastikan kemungkinan perpanjangan peniadaan aktivitas di sekolah itu. Hingga saat ini, kata Iin, mengikuti perkembangan situasi ia turut mengimbau masyarakat khususnya guru dan karyawan di Sekolah Islam Athirah untuk tetap waspada dalam beraktivitas.
“Itu (perpanjangan peniadaan aktivitas) belum bisa kami pastikan, kami terus berkoordinasi dengan bapak direktur,” ucapnya.
“Di sekolah ada security menjaga sekolah agar tetap aman, ada OB (Office Boy) agar tetap bersih,” saat berada di sekolah tentunya mereka harus tetap waspada dan kami senantiasa mengingatkan hal itu,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Terjatuh dari Lantai 6 Sekolah Islam Athirah Makassar, Siswa Tewas
-
Heboh, Sekolah Islam Athirah Makassar 'Kebakaran'
-
JK Paparkan Sejumlah Tantangan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19
-
Bupati Pangkep Siap Fasilitasi Sekolah Islam Athirah Sosialisasi Beasiswa Kalla Educare
-
Sabet 6 Medali POSI, SMP Islam Athirah 1 Makassar Buktikan Prestasi di Tengah Pandemi