Muh. Syakir : Selasa, 30 Maret 2021 17:55

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tetap berharap pembelajaran tatap muka dimulai Juli nanti. Ia beralasan, riset di banyak negara membuktikan tingkat infeksi Covid-19 pada anak sangat rendah.

"Riset di banyak negara sudah membuktikan bahwa anak usia 3-18 tahun itu memiliki tingkat mortalitas yang sangat rendah dibandingkan usia yang lain. Makanya banyak negara sudah membuka sekolah tatap muka," Mendikbud, Selasa (30/3/2021).

Nadiem mengungkapkan, anak-anak di bawah usia 18 tahun memiliki tingkat risiko infeksi yang rendah dibanding orang dewasa. WHO juga menyampaikan rendahnya kasus penularan Covid-19 pada anak di seluruh dunia. Ini menjadi pertimbangan banyak negara memulai sekolah tatap muka meski memiliki kasus Corona yang cukup tinggi.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin mengaku masih ragu. Menkes menganjurkan ada evaluasi.

Sementara hingga kemarin kasus Corona sudah menuju 1,5 juta kasus di Tanah Air. Pemerintah telah mengumumkan larangan mudik sebagai klaster potensial. Lantas masihkah target belajar tatap muka di bulan Juli mau diuji coba?

Data per Senin (29/3/2021), kasus Corona telah mencapai 1.501.093 kasus. Dalam 24 jam terakhir terjadi penambahan sebanyak 5.008 kasus.

Kasus baru positif Covid-19 tersebut tersebar di 32 provinsi. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi yaitu sebanyak 1.610 kasus baru. Menyusul DKI Jakarta sebanyak 1.014 kasus baru, Jawa Tengah sebanyak 388 kasus baru, Banten sebanyak 328 kasus baru dan Kalimantan Selatan sebanyak 275 kasus baru.

Sejumlah gubernur juga menyampaikan harapan soal kepastian belajar tatap muka.

Sebelumnya pemerintah telah beberapa kali menunda belajar tatap muka. Sempat ada rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka Januari 2021. Namun rencana itu ditunda menyusul naiknya kembali angka kasus Corona.

Mendikbud Nadiem Makarim tetap menargetkan sekolah dibuka Juli.

"Kita tak bisa lama-lama lagi menunda belajar tatap muka. Kita sudah tertinggal jauh. Kita harapkan target secepatnya sekolah bisa dibuka," ujar Nadiem.

Ia menyebutkan, hasil uji coba belajar tatap di beberapa daerah cukup efektif. Angka kasus Corona juga relatif lebih landai. Belum ada laporan adanya klaster baru pada sekolah.

Sehingga menurut Nadiem, target belajar tatap muka bisa diorientasikan lebih cepat. Ia menyebut target memulai pada tahun ajaran baru nanti diharapkan tak lagi ditunda.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin berharap evaluasi dilakukan lebih awal. Agar rencana membuka sekolah benar-benar berdasarkan observasi objektif.

Menurut Menkes, soal dampaknya yang bisa membatalkan rencana belajar tatap muka masih akan dilihat sampai Mei dan Juni nanti. Jika tingkat penyebarannya dianggap berisiko tinggi maka akan dipertimbangkan kembali.