Jusrianto : Jumat, 02 April 2021 20:16
Makam Yesus. (INT)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Memperingati Jumat Agung di tengah pandemi di Yerusalem tahun ini jauh lebih terbuka. Gereja Makam Suci yang dibangun di lokasi yang dipercaya oleh umat Kristen sebagai tempat Yesus disalibkan, mati dan bangkit dari kematian, kembali terbuka untuk pengunjung.

Meski begitu, tidak ada ziarah massal yang biasanya terlihat di Pekan Suci menjelang Paskah.

Beberapa peziarah, dikabarkan telah diperbolehkan menelusuri jalan di sepanjang Via Dolorosa, jalan yang diketahui dilalui Yesus sambil memanggul salib.

Sementara itu, Di Vatikan, acara Pekan Suci dirayakan di hadapan sejumlah kecil orang yang tetap setia bermasker dan norma jarak sosial untuk menghormati aturan kesehatan mencegah Covid-19.

“Semuanya terbuka, tetapi dengan hati-hati dan bertahap,” kata Wadie Abunassar, penasihat para pemimpin gereja di Tanah Suci, seperti dikutip dari AP, Jumat (2/4).

Israel memang sukses dengan kampanye vaksinasi, dengan begitu, memungkinkannya untuk membuka kembali restoran, hotel, dan situs keagamaan. Namun perjalanan udara masih dibatasi oleh karantina dan larangan lainnya, menjauhkan para peziarah asing yang biasanya memadati Yerusalem selama pekan suci.

Otoritas Israel mengatakan hingga 5.000 warga Kristen Palestina dari Tepi Barat akan diizinkan masuk untuk perayaan Paskah. Abunassar mengatakan dia tidak mengetahui adanya kelompok wisata besar dari Tepi Barat yang berencana masuk, seperti di tahun-tahun sebelumnya, yang kemungkinan besar mencerminkan kekhawatiran tentang virus itu.

Abunassar mengatakan kebanyakan orang Kristen di wilayah itu merayakan Pekan Suci di paroki setempat mereka. Kebaktian Jumat Agung di Kota Tua hanya diharapkan menarik sejumlah kecil orang, terutama para pendeta dan orang asing yang tinggal di Tanah Suci.

 

Penulis: Chaidir