Rabu, 07 April 2021 09:53

Insentif Nakes Covid-19 Mandek, DPRD Bulukumba Siap ke Kemenkes

Pansus DPRD Bulukumba menemui nakes dan mendengar aspirasi mereka.
Pansus DPRD Bulukumba menemui nakes dan mendengar aspirasi mereka.

DPRD berharap dapat menghasilkan solusi yang terbaik dan para nakes dapat memperoleh haknya. DPRD juga siap ke Kementerian Kesehatan.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - DPRD Bulukumba siap meneruskan aspirasi tenaga kesehatan ke Kemenkes terkait belum cairnya insentif Covid-19 hingga saat ini. DPRD berharap ada solusi agar hak-hak nakes bisa ditunaikan secepatnya.

Sebagai langkah awal, Pansus Covid-19 DPRD Bulukumba menemui manajemen RSUD Sulthan dg Raja. Kedatangan pansus untuk mempertanyakam sejauh mana progres insentif itu.

Wakil Ketua Pansus COVID-19 DPRD Bulukumba, Andi Soraya Widyasari menyampaikan bahwa kehadiran tim pansus merupakan langkah untuk sharing. Bukan untuk saling mencari kesalahan.

Baca Juga

"Kita hadir di sini selain untuk bersilaturahmi juga ini merupakan ajang untuk sharing," kata Soraya Widyasari di hadapan nakes COVID-19 RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Selasa (6/4/2021).

Melalui pertemuan itu, Soraya berharap dapat menghasilkan solusi yang terbaik dan para nakes dapat memperoleh haknya.

"Demi hak teman-teman nakes, saya siap perjuangkan sampai ke Kementerian Kesehatan untuk mendampingi Dinkes Bulukumba," tegas Soraya.

Pelaksana tugas Direktur RSUD H. Andi Sulthan Bulukumba, Rizal Ridwan Dappi, yang memfasilitasi pertemuan itu, menanggapi keluhan nakes terkait lambatnya pembayaran insentif nakes yang terlibat dalam penanganan pasien COVID-19.

Ia menjelaskan bahwa terkait pencairan insentif nakes, semua itu prosesnya dibayarkan oleh dinas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit serta public safety center (PSC).

"Pembayaran insentif Covid itu dinas kesehatan yang bayarkan. Kita hanya sebatas mengusulkan pengklaiman ke dinas kesehatan," ungkapnya.

Rizal menerangkan, setelah klaim dikirim ke dinkes, pihak dinkeslah yang melakukan verifikasi lalu memproses pembayarannya.

Menurutnya pembayaran insentif nakes yang bertugas di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba tidak ada sama sekali pemotongan dan pembayaran insentif secara sepihak.

"Terkait perbedaan jumlah insentif setiap nakes, itu juga berdasarkan berapa lama nakes kontak dengan pasien. Dan setiap ruangan pastinya berbeda rentang perawatannya, sehingga insentif juga pastinya berbeda," urainya.

Salah satu perwakilan nakes, Parman yang ambil kesempatan menyampaikan unek-uneknya terkait tidak cairnya insentif nakes yang menangani pasien COVID-19.

Selain itu, jumlah insentif para tenaga kesehatan yang harusnya diterima sebanyak Rp 7,5 juta per bulannya, namun yang diterimanya kurang dari nominal tersebut.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Kemenkes #DPRD Bulukumba #Insentif Nakes
Berikan Komentar Anda