Jusrianto : Sabtu, 10 April 2021 21:22
Musyawarah Jemaah An-Nadzir.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Jemaah An-Nadzir Gowa mulai melaksanakan puasa pada Minggu (11/4/2021) besok. Hal itu diputuskan setelah pihaknya melakukan musyawarah di Masjid Baitul Muqaddis An-Nadzir, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu.

"Kita mengambil suatu keputusan bahwa mulai besok itu kita sudah mulai puasa dengan niat menyambut datangnya Ramadan 1442 Hijriah," kata Pimpinan Jemaah An-Nadzir Ustadz M Samiruddin Pademmui.

Ia menjelaskan sebelum mengambil keputusan untuk memulai puasa ini memang sempat terjadi perdebatan antara tim. Hal ini dikarena adanya perbedaan pendapat.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan musyawarah bersama.

"Sebenarnya itu bisa dalam forum musyawarah. Memang ada hal yang mungkin sedikit berbeda. Saya kira itu wajar saja. Yang jelas setelah kita mendengarkan semuanya bersama, namanya musyawarah keputusan terakhir. Dalam hal ini kami yang diamanahkan untuk mengambil keputusan," jelas Samiruddin.

Ia mengungkapkan dalam menentukan keputusan satu Ramadan ini, pihaknya memang menggunakan beberapa parameter untuk dapat mengetahui awal Ramadhan.

Pertama-tama, jemaah An-Nadzir tetap mengacu pada hadis Nabi Muhammad SAW agar mengetahui bulan Syaban. Yaitu bulan dimana nabi memperbanyak berpuasa.

"Untuk mengetahui awal Ramadan itu dari bulan Syaban. Untuk mengetahui bulan Syaban itu dari bulan Rajab. Itu yang kedua ya," ungkapnya.

Samiruddin menjelaskan dalam melaksanakan pemantauan bulan, yang utama untuk dipantau jemaah An-Nadzir adalah menentukan tiga purnama yakni purnama ke-14, 15 dan purnama ke-16.

"Itu kan cuma sedikit perbedaannya antara purnama ke 14, 15 dan 16. Itu yang harus kita tentukan, kemarin kan kita sudah tentukan," jelasnya.

Kemudian, dari situ pihaknya kemudian mulai menghitung purnama ke-16 hingga tiga purnama terakhir, yakni purnama ke-27, 28 dan purnama ke-29. Tujuannya, adalah untuk mengamati terbitnya bulan di subuh hari.

"Kita star dari purnama ke-16. Sampai hari ini, itu sudah masuk tadi yang ke-27 Syaban. Jadi memang sudah mulai terbit cuma memang sekarang ini mendung, itu metologi kita dalam memantau bulan," katanya.

"Pada ke-27, 28 dan 29, Itu kita amati lagi jam terbitnya bulan di subuh hari sambil melihat bayangannya ketika cerah. Tapi sekarang kan agak kurang ini, karena cuaca kurang mendukung. Itu ada bayangan-bayangan bulan ketika bayangannya empat berarti tiga lagi, ketika tiga berarti dua lagi dan seterusnya," tambah Samiruddin.

Setelah itu, jemaah An-Nadzir kemudian mengaitkan pemantauan bulan tersebut dengan penomena alam. Seperti adanya hujan, angin, guntur dan kilat sebagai tanda pergantian bulan.

"Dan yang paling terakhir itu, memang tanda pergantian bulan adalah tanda pasang kondak air laut atau pasang puncaknya itu," katanya.