Kamis, 15 April 2021 07:41

Reaksi Keras BPS Gereja Toraja Soal Judi Sabung Ayam: Polres Tator Tegas, Torut Lembek

Ketua Umum BPS Gereja Toraja Musa Salusu
Ketua Umum BPS Gereja Toraja Musa Salusu

Gereja menyesalkan lemahnya tindakan terhadap judi sabung ayam di Torut. Gereja menunggu kepolisian bersikap lebih tegas.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Maraknya judi sabung ayam dan kerbau di Toraja menuai banyak sorotan dari masyarakat. Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja pun ikut bereaksi keras.

"Kita ikut prihatin karena ini masih terjadi di masyarakat. Seharusnya kan aparat lebih tegas. Jangan sampai ada pembiaran," jelas Ketua Umum BPS Gereja Toraja Musa Salusu, Rabu (14/4/2021).

Musa memberi penilaian atas kinerja dua Polres di Toraja. Yakni Polres Tana Toraja dan Polres Toraja Utara.

Baca Juga

Ia menilai, pola penanganan kedua institusi ini jauh berbeda. Polres Tator tampak lebih agresif. Sehingga judi sabung ayam dan kerbau di daerah itu bisa diberantas dalam setahun terakhir.

"Di Tana Toraja penegak hukum tegas menindak judi sabung ayam, sehingga tidak ada berkeliaran. Kita apresiasi kinerja Kapolres (AKBP Sarly Sollu)," ujar Musa.

Berbeda dengan yang ditunjukkan Polres Torut. Polres Torut menurut Musa terkesan masih tebang pilih.

"Akhirnya kita lihat masih marak judi sabung ayam dan judi kerbau di Torut. Ini mengkhawatirkan kita. Kalau tidak ditangani dengan serius kan bisa menimbulkan masalah sosial di masyarakat," katanya.

Musa juga mengatakan bahwa seharusnya Polres Torut belajar pada Polres Tator cara mencegah judi sabung ayam.

"Mungkin malu lah pihak Polres Torut kalau saya katakan silakan ke Tana Toraja caranya basmi judi sabung ayam," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu yang dikonfirmasi mengucapkan terima kasih kepada BPS yang telah memberikan dukungan penuh untuk membasmi judi sabung ayam.

"Terima kasih atas apresiasi dari Ketua BPS, keberhasilan itu merupakan kesadaran masyarakat itu sendiri," katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (14/4/2021).

Sementara itu kemarin, dituding tidak serius melakukan penindakan terhadap judi sabung ayam di Toraja Utara, Kapolres Torut AKBP Yudha Wirajati angkat bicara. Yudha membantah klaim itu.

Ia mengatakan selama ini pihak kepolisian tidak pernah ragu menindaki pelaku judi sabung ayam. Polres Torut kata Dia, konsisten melakukan penindakan.

"Kami tetap konsisten selama ini untuk melakukan penindakan, selalu saya minta kepada tokoh masyarakat untuk bersinergi dengan pihak kepolisian. Supaya paham apa yang kami lakukan selama ini untuk memberantas sabung ayam," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/4/2021).

Musa Salusu menilai Polres Toraja Utara tidak serius menangani judi. Khususnya judi sabung ayam dan adu kerbau.

"Sebenarnya sesuai dengan undang-undang tidak diizinkan perjudian. Aparat hukum tidak tegas dalam menerapkan undang-undang itu sehingga perjudian itu masih bisa lolos," ungkapnya.

Musa mengatakan bahwa adat dan budaya tidak bisa dijadikan alasan untuk bermain judi di dalamnya.

"Judi tetap judi. Kalau misalnya penegak hukum itu tidak bisa tegas yah di situlah masalahnya," ujarnya.

Berbeda dengan Torut, Musa mengungkapkan di Tana Toraja penegak hukum terutama pihak kepolisian bersikap tegas. Judi tidak berkeliaran.

Sebaliknya, Polres Torut sebenarnya tahu soal adanya sabung ayam di masyarakat.  Tapi kesannya didiamkan. Tidak ada tindakan represif terhadap pelaku. 

"Tidak mungkin pihak kepolisian tidak tahu tentang hal ini. Gereja tidak punya senjata. Gereja hanya bisa memberikan imbauan dan bimbingan. Tetapi yang bisa melakukan ketegasan itu pihak pemerintah bersama kepolisian," jelasnya.

"Kita berharap pihak Polres Torut tegas. Jangan lembek lah. Kalau tidak mampu, mungkin dia butuh bantuan ke Polda," tambahnya.

Penulis : Andarias Padaunan - Susanna Rulianti
Editor : Muh. Syakir
#Judi Sabung Ayam #Kapolres Tana Toraja #Polres Toraja Utara
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer