Jusrianto : Senin, 19 April 2021 13:59
Median Jalan yang dibongkar di depan SPBU di Bulukumba.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Pembongkaran median jalan di depan SPBU Jalan Sam Ratulangi Bulukumba menuai sorotan dari dewan. Ia menilai Dishub harusnya bersurat terlebih dahulu ke Sekda dan disposisikan ke bagian aset.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bulukumba Zulkifli Saiye menjelaskan, nantinya bagian aset, akan melakukan kajian berapa nilai yang akan dihapus atau dibongkar.

"Kalau di bawah nilai Rp1 miliar itu tidak perlu persetujuan DPRD. Tapi kalau di bawahnya bisa melalui mekanisme prosedural aturan di bagian aset serta melaporkan ke DPRD," ujarnya.

Politisi PDIP itu mengurai, seharusnya sebagai bagian dari pemerintah harus tahu aturan dan mekanisme. Jangan seenaknya main bongkar saja.

"Olehnya itu tetap harus di-RDP kan bagian aset dann instansi yang melakukan pembongkaran tanpa prosedural," ungkap Zulkifli.

Zukifli mempertanyakan, kenapa yang dibongkar hanya di depan SPBU baru dan menyisakan hanya sekira 5 meter di depan Alfamidi yang ada khusus pembelokan.

"Ini perlu ditelusuri. Masalah macet, kita tuntut kinerja Dishub. Kenapa membiarkan parkir di badan jalan di depan pasar sentral. Kenapa membiarkan bongkar muat di badan jalan," jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Bulukumba Udin Hamzah mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi.

"Besok baru diperjelas ndi' pada RDP, termasuk prosedurnya. Kan belum kita tahu persis siapa yang melakukan. Makanya besok di-RDP kan dengan OPD terkait," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Dinas Perhubungan Bulukumba Idham Khalid Daeng Patunru menerangkan bahwa pembongkaran itu sah sah saja dilakukan.

"Saya rasa tidak ada ji masalahnya karena dirapatkan semua. Bersama PU dan lingkungan hidup, serta satpol," katanya, Minggu (18/4/2021).

Idham menjelaskan, aset tidak hilang. Hanya saja dipindahkan ke tempat yang dianggap rawan macet di seputaran jalan Sam Ratulangi.

Menurutnya pembongkaran itu, punya prosedur. Di mana sebelumnya, lanjut Idham, telah dilakukan rapat dengan beberapa OPD terkait.

"Ada dong prosedurnya. Rapat. Kemudian peninjauan lokasi. Dan persuratan ke PU tentang pengalihan dan perpindahan aset" jelas Idham.

Idham mengatakan, saat ini pihaknya sementara menganalisa dan mengkaji uraian kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Sam Ratulangi Bulukumba.

"Dan insyaAllah Senin bersama tim akan turun melakukan manajemen dan rekayasa lalulintas," katanya.

"Makanya kita akan rekayasa. Kita akan tutup sebagian perputaran karena di seputaran Sam Ratulangi ada 11 perputaran. Ini yang mau kita kaji," tambah Idham.

Pihaknya juga, lanjut Idham, menunggu hasil survei dinas perhubungan yang mana akan dibuka atau yang mana akan ditutup.

"Di sisi lain kita harus melihat masyarakat tapi tidak melupakan pelaku usaha untuk menggerakkan roda perekonomian. Di sinilah letak pemerintah berada di tengah-tengah untuk menjembatani keduanya," jelasnya.