Selasa, 20 April 2021 06:34

Dunia Usaha Jika Tarif Listrik Naik di Semester II: Bisa Terpuruk Lagi

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Industri dan jasa belum bisa menerima kebijakan yang bersifat kontra produktif. Karena sektor sektor usaha belum pulih usai dihantam pandemi..

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Dunia usaha berharap penyesuaian tarif dasar listrik tidak terjadi di semester 2 2021. Kenaikan TDL dikhawatirkan bisa memberi tekanan pada ekonomi nasional yang berimbas terpuruknya kembali sektor usaha.

"Harapan kita tidak ada kenaikan sampai akhir 2021. Efek kenaikan TDL itu sangat besar dan bisa memukul lagi semua sektor," ujar eksportir Sulsel, Andi Arfandi Suppa, Selasa (20/4/2021).

Menurut Andi, industri dan jasa belum bisa menerima kebijakan yang bersifat kontra produktif. Karena sektor sektor usaha masih peka. Belum benar benar pulih usai dihantam pandemi..

Baca Juga

"Sektor usaha kita baru mulai bangkit. Kalau ada kebijakan kontra produktif itu langsung berefek. Bisa mulai dari nol lagi. Jadi dalam 2021 kebijakan pemerintah harus lebih bersifat dukungan," jelasnya.

Pemerintah mengumumkan tidak adanya skema kenaikan tarif dasar listrik hingga Juni mendatang. TDL akan tetap mengacu pada penyesuaian Januari-Maret 2021.

Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Maret lalu. Ia menyampaikan tidak akan ada perubahan penyesuaian TDL jika tidak terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi per tiga bulanan.

"TDL tetap mengacu pada periode sebelumnya. Tidak ada penyesuaian atau kenaikan," terang Rida.

Rida mengungkap tarif listrik pelanggan non subsidi, untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 s.d. 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, pelanggan pemerintah dengan daya 6.600 s.d. 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarif listrik tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.444,70/kWh.

Pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352/kWh. Pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya >200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74/kWh.

Pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 996,74/kWh.

Sementara, tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya juga tidak mengalami perubahan. Mereka tetap diberikan subsidi listrik, termasuk pelanggan di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Pemerintah juga memberikan diskon tarif tenaga listrik untuk rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta pelanggan bisnis kecil 450 VA dan industri kecil 450 VA.

Kementerian ESDM berharap PLN dapat terus meningkatkan efisiensi operasional, sehingga biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik per kWh dapat diupayakan turun atau minimal tetap dari periode sebelumnya.

Tidak naiknya besaran tarif listrik ini tentunya memberikan kepastian kepada berbagai kelompok masyarakat dan menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas dan pemulihan ekonomi nasional.

Editor : Muh. Syakir
#Kenaikan TDL #Tarif Dasar Listrik #Ekonomi Nasional
Berikan Komentar Anda