Jusrianto : Minggu, 25 April 2021 19:23
Birokrat Senior Bulukumba Andi Mulyati Nur.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Jodoh adalah ketetapan Tuhan yang pasti. Atau sering juga disebut sebagai takdir. Manusia tak henti-hentinya berusaha atau pun berikhtiar. Tapi di balik usahanya itu, ada hukum Tuhan yang tak bisa diganggu gugat.

Soal jodoh atau pasangan hidup, manusia berusaha. Tuhan yang menentukan. Ada keterkaitan keduanya. Meski, sering terdengar "usaha tak mengkhianati hasil".

Begitu pun yang ada di alam semesta ini. Semua serba berpasangan. Ada langit, ada bumi. Ada siang, ada malam. Ada laki-laki, ada perempuan, dan seterusnya. Namun, semuanya bergerak secara Tertib.

Lantas bagaimana seseorang bertemu dengan jodohnya?

Salah satu Birokrat senior di kabupaten bejuluk "Bumi Panrita Lopi" Bulukumba, Andi Mulyati Nur, punya cerita menarik. Mengulas awal pertemuannya dengan sang suami, Syaiful Bohary.

Sekira tahun 1983 - 1984, Mulyati Nur aktif di bidang kesenian. Bahkan, kerapkali menjadi Trainer. Khususnya di kalangan mahasiswa. Apalagi, saat itu, status Mulyati sebagai Asisten Dosen di IKIP Ujung Pandang.

"Waktu itu, ada malam kesenian maritim. Dikoordinir oleh Profesor Anwar Arifin selaku dekan FISIP Unhas," cerita Mulyati Nur, mengingat kembali detik-detik pertemuannya dengan sang suami.

"Nah, Bapak dulu adalah koordinator ekstrakulikuler mahasiswa di bidang Kesenian Unhas," tambahnya, sembari tersenyum. Kemudian melepaskan sejenak kacamata yang dia gunakan.

Ibu dari tiga orang anak ini, mengatakan, saat itu dia dipanggil melatih mahasiswa Unhas.

"Bahkan, saya kasi nilai dan masuk persyaratan lulus," katanya.

Dari momentum inilah, awal mulanya menjalin romantisme. Membangun bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

"Di sini (malam kesenian) baru kenal. Seringka juga na antar pulang ke rumah kakak. Akhirnya keterusanmi sampai tua" kata Mulyati.

"Dekannyami bapak yang jodohkan ka. Ya, Prof Anwar Arifin, dekan FISIP Unhas waktu itu. Terakhir dia ketua komisi X DPR RI. Kalau tidak salah," ungkapnya menambahkan.

Sekadar diketahui, jenjang pendidikan terakhir Andi Mulyati Nur adalah S2 Adm Pendidikan. Organisasi yang dia ikuti, yaitu Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI), tahun 1994 hingga sekarang.

Ia lulus PNS tahun 1990. Pada 1990 sampai 2004, pada Instansi Vertikal Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan SulSel.

Adapun kariernya ketika pindah ke Bulukumba:

1. Staf BKD

2. Kasi Program Diknas

3. Kabid Tenaga kependidikan

4. Sekretaris Disbudpar

5. Sekretaris BP3K

6. Kepala Badan BP3K

7. Kepala BKKBN

8. Sekwan

9. Kadis Dukcapil.