Senin, 03 Mei 2021 12:06

Ekonomi Dunia Melorot Lagi, Bikin Resesi Indonesia Makin Rumit

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Saat ini ekonomi dunia sangat sensitif. Kontraksi masih sangat rentan, terutama jika isu pandemi menyebar. Efek terburuknya adalah berkepanjangannya resesi.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ekonomi dunia terutama Eropa kembali mengalami pukulan akibat serangan pandemi di berbagai negara. Kontraksi yang dialami Eropa ini membuat resesi Indonesia bisa makim dalam.

Dilansir dari BBC dari detikcom, Senin (3/5/2021), ekonomi negara-negara yang masuk ke dalam eurozone atau zona euro menyusut 0,6% pada periode Januari hingga Maret. Dengan demikian telah terjadi kontraksi dua kali sejak awal pandemi. Itu menyebabkan zona euro menghadapi resesi double-dip.

Resesi double-dip yakni resesi berkelanjutan yang diselingi beberapa periode pertumbuhan dan memburuk lagi sebelum pulih sepenuhnya.

Baca Juga

Namun, di antara perekonomian nasional yang telah melaporkan data sejauh ini, pola tersebut hanya terulang oleh Italia. Dalam kasus Italia, ekonominya masih 6,6% lebih kecil dibandingkan pada akhir 2019 sebelum pandemi. Negara-negara lain melaporkan beberapa pertumbuhan dalam satu atau dua kuartal terakhir.

Ekonomi Prancis memang tumbuh dalam tiga bulan pertama tahun ini sebesar 0,4% setelah penurunan pada akhir 2020, meskipun rebound tersebut digambarkan oleh badan statistik nasional pada taraf terbatas.

Di Jerman sebaliknya, setelah mengalami pertumbuhan pada kuartal IV-2020 kini ekonominya menyusut 1,7% pada kuartal I-2021. Ada beberapa faktor spesifik yang mungkin mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jerman.

Claus Vistesen dari Pantheon Macroeconomics mengatakan ekonomi Jerman tersengat oleh kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) yang menyebabkan jatuhnya pengeluaran dan konstruksi.

Pemotongan PPN sementara di Jerman dimaksudkan untuk mendukung ekonomi selama pandemi. Namun relaksasi tersebut berakhir sejak pergantian tahun.

Andrew Kenningham dari Capital Economics juga memperlihatkan gangguan pasokan yang melanda sektor manufaktur besar Jerman, terutama industri motor.

Konon, kerusakan ekonomi pada fase krisis kesehatan kali ini tidak terlalu parah. Aktivitas ekonomi di zona euro dalam periode terakhir adalah 11% lebih tinggi daripada di titik nadir pada kuartal kedua tahun lalu.

Itu mendukung gagasan bahwa bisnis telah beradaptasi dan menemukan cara untuk meredam dampak pembatasan kegiatan, meskipun untuk beberapa kasus pengaruhnya masih parah.

Ke depan, kinerja yang lemah ini diperkirakan akan membaik karena program vaksinasi memungkinkan dilakukan pelonggaran pembatasan kegiatan dan mendukung kepercayaan konsumen. Itu akan menjadi sangat penting di Eropa selatan di mana banyak bisnis yang bergerak di sektor pariwisata memerlukan pemulihan.

Badai Corona India

Sementara itu di Indonesia, Badai Corona yang menyerang India kini menghantui Indonesia. Jika pandemi global ini gagal dibendung, upaya pemulihan ekonomi bisa makin panjang.

"Serangan baru Corona di India memang bisa berdampak global. Harus bisa dicegah agar tidak meluas ke Indonesia. Karena ini akan menjadi tekanan baru pada ekonomi kita," terang Fadli Attas, pengamat ekonomi.

Menurut Fadli, saat ini ekonomi dunia sangat sensitif. Kontraksi masih sangat rentan, terutama jika isu pandemi menyebar. Efek terburuknya adalah berkepanjangannya resesi.

"Jadi tepat ketika pemerintah menutup akses dari India. Karena efeknya menjadi sangat besar. Pasar akan lebih kondusif jika isu pandemi baru di India bisa dibendung," katanya.

Saat ini kata Fadli, ekonomi RI mulai bangkit. Dalam enam bulan ke depan ia memperkirakan ekonomi akan tumbuh positif.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan, ekonomi RI menunjukkan tanda tanda menuju tren membaik. Situasi ini harus dijaga agar tak terkontraksi lagi dengan ledakan kasus Corona.

 

Editor : Muh. Syakir
#Ekonomi Dunia #Indonesia Resesi
Berikan Komentar Anda