Muh. Syakir : Kamis, 06 Mei 2021 07:42
Bupati Torut Yohanis Bassang berbincang dengan warga Kecamatan Rindingallo.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Program 'Kantor Bupati Mobil' yang digagas Bupati Toraja Utara Yohanis Bassang (Ombas) mendapat kian banyak apresiasi dari masyarakat. Di Kecamatan Rindingallo, warga mengaku pelayanan ini yang mereka nantikan puluhan tahun.

Rindingallo adalah kecamatan kedua yang mendapat giliran pelaksanaan Kantor Bupati Mobile. Sebelumnya, program ini diuji coba di Awan Rantekarua.

Seperti di Rindingallo, warga Awan Rantekarua juga baru merasakan pelayanan seperti ini setelah puluhan tahun. Maklumlah, Rantekarua adalah daerah yang terbilang jauh dari kota.

Selama ini untuk mengurus berbagai dokumen, warga harus mengeluarkan biaya cukup besar. Belum lagi birokrasi pelayanan berbelit yang memakan waktu berhari hari.

Program 'Kantor Bupati Mobile' pun hadir memutus rantai birokrasi yang panjang itu. Dengan program ini warga bisa mengurus berbagai dokumen di kecamatan tanpa harus ke kota.

"Barusan ada pelayanan begini di Toraja sepanjang Indonesia Merdeka," ujar Marthen Tandi salah satu warga yang hadir.

Marthen mengatakan, inilah program yang ditunggu puluhan tahun. Ia berharap terobosan ini terus dipertahankan karena sangat banyak membantu masyarakat.

"Kami sangat terbantu dengan adanya Kantor Bupati Mobile ini. Semua keluhan kami selama ini bisa terjawab. Selama ini kami dari daerah pelosok sangat kasihan kalau harus ke kota mengurus KTP dan segala keperluan kami. Selain memakan waktu yang lama dalam perjalanan, biaya yang harus kami keluarkan juga cukup besar, sewa mobil atau ojek ke kota lumayan terasa," katanya.

Senada Marthen, warga lainnya juga merasakan hal yang sama. Mereka senang karena kini bisa mengurus berbagai keperluan dengan mudah di kecamatan.

Ombas dalam kesempatan itu mengungkapkan, bahwa program Kantor Bupati Mobile sudah menjadi prioritasnya sejak awal. Ia mengaku tahu betul masyarakat merasakan kesenjangan pelayanan karena jarak ke kota yang terbilang jauh.

"Tujuan Kantor Bupati Berpindah-pindah (mobile) untuk mendekatkan pelayanan dan menjawab segela keluhan masyarakat seperti pelayanan e-KTP, pupuk yang susah didapatkan, memverifikasi data warga penerima bantuan sosial seperti BPNT, PKH, KIS, Rastra, bedah rumah, dan lain lain," ucap Ombas.

Ombas mengaku sudah lama menangkap fenomena itu. Dari banyak kunjungan ke pelosok ia menemukan keluhan yang sama.

"Warga merasa sulit mengurus berbagai kebutuhan karena jarak dan birokrasi yang berbelit. Makanya saya balik kampung karena memang ada keprihatinan yang mendalam melihat kampung kita ini. Saya kasihan melihat warga di pelosok. Mereka seperti tak mendapat perhatian," paparnya.

Program Kantor Bupati Mobile akan diterapkan di semua kecamatan secara bergilir. Ombas berjanji akan mengawasi langsung program ini.