MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti memberi sindiran terkait harga daging yang tiba-tiba meroket jelang Lebaran. Susi men-twit Mentan Syahrul Yasin Limpo lewat akun Twiter pribadinya @susipudjiastuti.
"Tapi mahal sekali Pak Mentan @kementan," cuit Susi, Sabtu (8/5/2021).
Susi menyinggung soal harga daging lokal yang naik cukup mencolok dalam tiga hari terakhir. Padahal, Kementan memberi jaminan stok daging mencukupi hingga Lebaran nanti.
Kenaikan harga daging menuai respons banyak kalangan. Pasalnya, kenaikan terjadi di momen Lebaran. Saat kebutuhan akan konsumsi rumah tangga meningkat.
Kenaikan ini juga berpotensi mendorong komoditas pangan lain bergerak naik. H-3 Idul Fitri, diprediksi akan ada lonjakan harga pada beberapa jenis pangan.
Di Makassar, harga pangan perlahan bergerak naik. Meski masih sebatas pada bahan pangan tertentu, diperkirakan akan terus meroket hingga Lebaran.
Harga daging di sejumlah pasar tradisional mencatat kenaikan cukup mencolok. Daging lokal naik menjadi Rp125.000 per kg dari Rp110.000 per kg sebelum Ramadhan. Diprediksi harga masih akan naik pada Senin dan Selasa mendatang.
Sementara beberapa komoditas pangan lainnya relatif stagnan. Cabai yang sempat meroket sejak Maret kini cenderung turun. Begitu juga bawang merah masih terbilang stabil. Yakni di kisaran Rp30 ribu per kg.
Gula pasir, telur dan ikan segar juga praktis tak mengalami kenaikan. Namun diperkirakan harga harga bisa naik pada H-2 Lebaran. Terutama telur, dan rempah-rempah.
"Biasanya memang sudah naik kalau H-7. Tapi ini cukup stabil. Tidak ada kenaikan," ujar Malla, pedagang Pasar Niaga Daya.
Ia mengatakan soal kenaikan daging memang sulit dihindari karena tingkat kebutuhan orang mulai tinggi jelang Lebaran.
"Tapi naiknya sedikit. Saya rasa daging paling naiknya sampai Rp125.000 atau Rp130.000," ucapnya.
Malla menyebut stok pangan sangat mencukupi. Jadi tidak akan terjadi kenaikan yang tiba-tiba.
Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengingatkan distributor agar tak menahan pasokan yang bisa memicu gejolak.
"Jangan sampai ada yang menahan pasokan ke pedagang. Ini bisa membuat barang langka dan memicu kenaikan harga," ujar Danny.
Menurut Danny, sejauh ini tak ada laporan kelangkaan bahan pangan. Kenaikan harga yang terjadi sepekan jelang Ramadan juga dinilai masih dalam batas toleransi.
"Kebutuhan pangan masih terpenuhi. Tak ada gejolak harga. Kita antisipasi sepekan jelang Lebaran. Biasanya itu momen rawan. Kadang spekulan mulai main. Tapi saya minta agar itu terus dipantau," papar Danny.
BERITA TERKAIT
-
SYL Batal Penuhi Panggilan KPK Hari ini, Izin Temui Ibunya di Makassar
-
20 Jam KPK Geledah Rumah Mentan SYL: Sita 12 Senpi dan Uang Puluhan Miliar
-
Makassar F8 Tuai Pujian Mentan SYL
-
Wujudkan Wajo Lumbung Daging, Amran Mahmud Minta Dukungan Mentan
-
Selain Padi, Mentan SYL Dorong Komoditas Kelapa dan Kopi Bulukumba