Muh. Syakir : Rabu, 19 Mei 2021 15:13
Mahfud MD

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pemerintah membeberkan rangkaian peristiwa kontak senjata antara teroris KKB dengan TNI di Papua dalam sepekan terakhir. Dalam 4 peristiwa baku tembak, delapan teroris tewas.

Menko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan, sejak ditetapkan sebagai teroris, KKB sudah terlibat kontak dengan TNI-Polri sejak April. Kontak senjata meningkat di pertengahan Mei.

"Misalnya tanggal 27 April terjadi kontak senjata di Ilaga, di mana 1 prajurit Brimob gugur, 2 lainnya luka-luka. Tetapi ada 5 teroris tewas," kata Mahfud dalam jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, dikutip detikcom, Rabu (19/5/2021).

Berikut ini peristiwa kontak senjata aparat TNI-Polri dengan KKB teroris pada Mei 2021 yang disampaikan Mahfud:

13 Mei 2021

Kontak senjata di Ilaga, Kabupaten Puncak. Satu anggota teroris tewas.

16 Mei 2021

Kontak senjata di Ilaga, Kabupaten Puncak. Dua anggota teroris tewas, 1 orang melarikan diri dalam keadaan luka.

18 Mei 2021

Penyerangan terhadap 12 prajurit TNI yang sedang melaksanakan pengamanan rawan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dua 2 prajurit TNI gugur.

18 Mei 2021

Kontak senjata di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, yang mengakibatkan 4 prajurit luka.

Mahfud menyebut ada peningkatan keberhasilan dalam penanganan teroris KKB di Papua. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pemerintah akan lebih tegas terhadap teroris KKB di Papua, bukan terhadap masyarakat Papua.

"Jadi sekarang kita lebih tegas, khusus terhadap kelompok itu, bukan terhadap rakyat Papua, bukan terhadap Papua, karena Papua itu etnis, budaya dan tempat. Tapi kalau teroris bisa di mana saja," ucap Mahfud.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 4 anggota TNI dari Yonif 403/WP Dan Satgas Mobile Yonif 310/KK mengalami luka tembak usai dihadang teroris KKB di Pegunungan Bintang, Papua. Empat prajurit tersebut merupakan satgas pengamanan daerah rawan.

Empat prajurit TNI itu dihadang saat melintas di jembatan kayu 2, Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (18/5/2021) malam.

"Memang benar ada insiden di Kabupaten Pegbin yang menyebabkan empat personel TNI yang tergabung dalam satgas pengamanan daerah rawan terluka," kata Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Christian Ireuw yang dihubungi dari Jayapura, Rabu (19/5) pagi, seperti dilansir Antara.