PANGKEP, PEDOMAN MEDIA - Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim aji menepis isu mutasi dirinya dikaitkan dengan Pilkada. Hal itu diungkapkan setelah viralnya postingan warganet di akun media sosial (Medos) yang menilai keberpihakan membekingi salah satu Paslon.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengaku sangat menyesalkan adanya postingan yang mengaitkan mutasi dirinya dengan pelaksanaan Pilkada di Pangkep.
"Ada kata disitu yang dilihat sebagai kata beking yang dalam bahasa Bugis dekkeng. Padahal kami sama sekali tidak pernah membekingi siapapun, tidak berpihak, apalagi jika dikaitkan dengan Pilkada, semuanya sama, netralitas di institusi kami adalah harga mati," paparnya, Kamis (15/10/2020).
Pihaknya pun merasa postingan itu telah melecehkan dirinya baik secara pribadi maupun instansi.
"Sebab definisi dekkeng memiliki konotasi negatif. Kata dekkeng itu sama saja orang yang mengurus-urus," paparnya.
Olehnya itu, pihaknya meminta Satreskrim Polres Pangkep untuk menyelidiki dugaan pencemaran nama baik itu.
"Sudah ditangani Reskrim. Saksi juga mulai diperiksa. Termasuk kami akan hadirkan ahli bahasa juga," jelasnya.
Sementara itu, Burhanuddin salah seorang warganet membenarkan telah dipanggil sebagai saksi oleh Satreskrim Polres Pangkep.
"Iya tadi sudah dipanggil. Ada beberapa hal yang dikonfirmasi sebagai saksi terkait postingan di akun media sosial," katanya.
BERITA TERKAIT
-
Anthon Toding Digeser, Jabatan Kadis Pendidikan Tana Toraja Lowong
-
Mutasi Bergulir, Bupati Bulukumba Minta Pejabat Lama Kembalikan Aset
-
Bupati Bulukumba: Tak Usah Bangga Dapat Jabatan
-
Hari ini Wali Kota Danny Mutasi 15 Camat, Banyak yang Nonjob
-
Kapolres Bone Kini Dijabat AKBP Ardyansyah, Try Handoko ke Pangkep