Jumat, 21 Mei 2021 11:10

Usai Panitia Lelang, Kasus NA Berpotensi Seret Bupati?

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Kabarnya penyidik tengah mendalami peran bupati di Sulsel. Hanya saja KPK masih enggan membukanya lebih detail.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kasus dugaan korupsi Nurdin Abdullah memungkinkan menyeret banyak pihak. Usai menjerat panitia lelang, siapa lagi yang bakal menyusul?

Sebelum dua panitia lelang terindikasi menerima suap, KPK juga telah memeriksa putra Nurdin Abdullah dan tiga pengusaha asal Sulsel. Diduga beberapa pihak terkait juga tengah diselidiki KPK.

Kabarnya penyidik tengah mendalami peran bupati di Sulsel. Hanya saja KPK masih enggan membukanya lebih detail.

Baca Juga

"Semua masih dalam pendalaman. Soal siapa-siapa itu kita tunggu penyidik bekerja," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Tim Penyidik KPK juga telah memeriksa Mantan Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali dan Kadis PUTR Sulsel Rudy Djamaluddin di Mapolda Sulsel April lalu.

Keduanya diperiksa KPK terkait dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah

Sukri dan mantan PJ Wali Kota Makassar itu dijadwalkan diperiksa KPK di Kantor Mapolda Sulsel bersama sejumlah nama lainnya yakni Plt Sekretaris DPRD Bulukumba Andi Buyung Saputra termasuk dua orang lainnya yakni Abdul Rahman (swasta) serta Ajudan Gubernur Sulsel non Aktif Syamsul Bahri.

"Hari ini pemeriksaan saksi NA (Nurdin Abdullah) dkk, TPK suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021. Pemeriksaan dilakukan di Kantor Polda Sulawesi Selatan," ungkap Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/4/2021).

Sebelumnya Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjanjikan tindakan tegas pada Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti usai ketahuan mengembalikan sejumlah uang yang diduga hasil suap ke KPK.

Dia mengatakan, Sari dan dua panitia lelang lainnya akan disidang kode etik kepegawaian. Sidang bakal digelar dalam waktu dekat dan dipimpin Asisten II Muh Firda.

"Ini sudah mau sidang. Kita mau lihat dulu hasil rekomendasi oleh tim kode etik," ujar Sudirman.

Menurutnya, hasil rekomendasi sidang etik yang nantinya akan menjadi dasar keputusan, termasuk sanksi yang pantas untuk mereka.

Diketahui berdasarkan penelusuran perkara suap dan gratifikasi Gubernur non Aktif, Nurdin Abdullah. Sari Pudjiastuti tiga kali mengembalikan uang yang diduga merupakan hasil suap proyek.

Sesuai yang tertera di SIPP PN Makassar, Setoran pertama dilakukan pada 15 Maret 2021 dengan besaran Rp 160 juta. Kemudian, Rp65 juta juga disetor pada 16 Maret dan Rp2,5 juta pada 6 April 2021.

Tidak hanya itu Syamsuriadi yang diketahui merupakan Pokja juga tercatat telah melakukan pengembalian sebesar Rp35 juta disetor pada tanggal 15 Maret. Kemudian atas nama Yusril Mallombassang menyetor uang Rp160 juta ditambah Rp35 juta pada 15 Maret 2021.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Muh. Syakir
#Korupsi Nurdin Abdullah #KPK #Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
Berikan Komentar Anda