Muh. Syakir : Sabtu, 29 Mei 2021 09:54
Abdee Slank

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Gitaris grup band Slank, Abdee Slank diangkat menjadi Komisaris di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Pengangkatan Abdee makin menguatkan stigma BUMN sebagai tempat berkumpul para pendukung Jokowi.

"Ini memberi stigma yang kurang baik. Karena kesan publik menjadi spekulatif. Orang seolah olah diangkat bukan lagi melihat kompetensi. Tapi emosional person," ujar analis politik Juanda H Alim, Sabtu (29/5/2021).

Bagi Juanda, ini resistensi negatif bagi pemerintahan Jokowi. Karena ada banyak spekulasi yang bisa muncul di sana.

Pertama, Abdee dikenal sebagai pendukung Jokowi di pilpres. Kedua, Abdee tidak memiliki basic kuat untuk berada di posisi itu. Sementara banyak tokoh yang sebenarnya kata Juanda lebih kompetensi dari Abdee.

"Akhirnya orang menduga duga bahwa BUMN memang menjadi posisi balas budi. Menjadi tempat berkumpulnya para tim sukses," jelas Juanda.

Kata Juanda, seharusnya pengangkatan pada jabatan jabatan politis di BUMN tetap mempertimbangkan kompetensi personal seseorang. Tidak sekadar mengisi slot kosong.

Keputusan Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk seorang musisi menurut Juanda sebuah blunder. Ia melihat tidak ada kriteria objektif yang bisa menjadi alasan penunjukan Abdee.

"Ini murni pilihan politis. Dan menurut saya ini berbahaya bagi Jokowi. Jokowi bisa dianggap serampangan," katanya.

Padahal sebut Juanda, di periode kedua ini Jokowi mestinya lebih mandiri dalam bersikap. Tak lagi dibebani oleh politik balas budi terhadap tim tim pemenangan.

Juanda mengatakan sudah terlalu banyak tim tim Jokowi mengisi slot di BUMN. dan sejauh tidak terlihat kontribusi keilmuan mereka.

"Coba lihat saja berapa banyak tim yang masuk di jajaran direksi BUMN. Apa kontribusi mereka? Minim sekali. Mereka hanya mengisi perdebatan di ruang publik," ujar Juanda.

Ia menyarankan Jokowi mengakhiri keputusan keputusan subjektif itu. Kata Juanda, Jokowi masih punya sisa waktu 3,5 tahun untuk mereduksi kesalahan. Setidaknya memperbanyak orang orang profesional pada posiso strategis. Dan memangkas pilihan yang bersifat politis.

Pengangkatan personel band ternama di Indonesia itu berbarengan dengan ditunjuknya Mantan menteri riset dan teknologi Bambang Brodjonegoro sebagai Komisaris Utama Telkom.

Abdee dan personel Slank lainnya diketahui beberapa kali tampil pada saat Presiden Joko Widodo kampanye pada pemilihan presiden. Bahkan, Jokowi sendiri pernah berkunjung langsung ke Potlot yang merupakan markas Slank pada kampanye Pilpres 2014 lalu.

Selain itu, Abdee juga diketahui pernah bertemu Jokowi di Kantor Tim Pemenangan Jokowi-JK di Jalan Subang, Menteng, Jakarta Pusat.

Pria yang lahir di Donggala, Sulawesi Tengah pada 28 Juni 1968 itu untuk membicarakan sebuah konser mirip konser salam dua jari yang fenomenal di Gelora Bung Karno, beberapa saat lalu.

Bahkan, pria yang masuk ke band Slank pada 1997 untuk menggantikan posisi Pay itu pernah secara terang-terangan mengaku mendukung Jokowi pada Pilpres 2014.

Kala itu Abdee percaya bahwa Jokowi merupakan figur yang akan membawa perubahan untuk Indonesia menjadi lebih baik, jika kelak mereka terpilih untuk memimpin negeri ini selama 2014-2019.

"Mereka figur baru yang memiliki approach untuk membawa perubahan ya," kata Abdee dikutip Kompas.com.