Jumat, 16 Oktober 2020 22:47

Polisi Ringkus Sindikat Pemalsu Dokumen BPKB Asal Sidrap di Wajo

Press Release Polres Wajo.
Press Release Polres Wajo.

Kedua pelaku 263 KUHP dan UU IT karena menjual kendaraan yang tidak sesuai identitasnya di media sosial dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

WAJO, PEDOMENMEDIA - Dua warga Kabupaten Sidrap NA dan FAS ditangkap Satreskrim Polres Wajo. Keduanya diamankan lantaran melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermobil (BPKB).

Kapolres Wajo AKBP Muhammad Islam menuturkan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan salah seorang warga yang curiga dengan BPKB sebuah mobil jenis Honda HRV yang ingin dibelinya.

"Warga yang hendak membeli mobil itu mendatangi Kantor Satlantas Polres Wajo untuk melakukan pengecekan keaslian BPKB mobil Honda HRV dengan nomor polisi DD 481 RA tersebut," kata Muhammad Islam didampingi Kasat Lantas AKP Muhammad Yusuf saat menggelar Press Release, Jum'at (16/10/2020).

Baca Juga

Menindaklanjuti hal tersebut, polisi kemudian melakukan pengecekan fisik BPKB. Hasilnya, terbukti ada keganjalan sehingga dilanjutkan pengecekan intensif melalui cross check data barcode.

"Saat di cross check ternyata muncul data lain yaitu data kendaraan sepeda motor, datanya berbeda yang tertulis di BPKB tersebut," terang Muhammad Islam.

Islam mengungkapkan, mobil tersebut berasal dari Jakarta, warna aslinya hitam, tapi oleh pelaku diubah menjadi warna abu-abu dan dibuatkan faktur yang mirip aslinya. Menurutnya, pelaku menghapus data BPKB asli, dan menggantinya dengan data baru.

"Setelah dilakukan pengecekan ternyata BPKB palsu karena identitas KTP yang tercantum di data BPKB tidak sesuai, nomor polisi juga diubah, begitupun dengan nomor rangka dan mesin kendaraan sudah diubah dengan cara ditumbuk," jelasnya.

"Dilihat dari motifnya, ini adalah sindikat pemalsu dokumen, sehingga kita akan melakukan pengembangan dan mengejar aktor intelektualnya, siapa tahu ada mobil lain di luar Kabupaten Wajo yang dipalsukan BPKBnya," tambahnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 263 KUHP dan UU IT karena menjual kendaraan yang tidak sesuai identitasnya di media sosial dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

Penulis : Muhammad Faisal
Editor : Jusrianto
#Polres Wajo #Satreskrim Polres Wajo #Sindikat pemalsu dokumen
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer