TORUT, PEDOMANMEDIA - Dinas Kesehatan Toraja Utara menggelar Rembuk Stunting (Aksi III) Program Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi, Hotel Misliana Selasa (8/6/2021) kemarin.
Rembuk stunting yang diikuti oleh Kepala Dinas, Camat, PKK, Lurah dan Kepala Lembang dibuka langsung oleh Bupati Toraja Utara, Yohannis Bassang.
Dalam sambutannya, Ombas menuturkan penanganan pencegahan dan penurunan stunting harus serius dan berkelanjutan.
"Saya tegaskan agar jangan membuat program yang asal-asalan, penanganan Stunting ini harus serius dan berekanjutan, jangan hanya sekedar formalitas semata," ungkapnya.
Narasumber Lukman Nur Hakim, Tenaga ahli Kebijakan Publik INEY Percepatan Penurunan Stunting Region 5 (Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara) Bina Bangda Kemendagri. Data stunting di Toraja Utara sebesar 2733.
Lukman Nur Hakim menuturkan bahwa masa emas penanganan stunting pada saat balita berusia 0-24 bulan.
"Masa yang sangat penting dalam penanganan stunting adalah saat balita berusia 0 bulan sampai usia 2 tahun. Sehingga dalam usia ini, balita diharuskan diberikan ASI esklusif. Selain itu harus memperhatikan pemberian nutrisi cukup, pola asuh yang baik, lingkungan sekitar yang baik," ungkap Lukman.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026
-
Telan Rp12,3 M, Bupati Frederik Resmikan Jembatan Termahal di Torut