Kamis, 10 Juni 2021 09:50

Wabup Bulukumba Periksa Ribuan Ton Beras yang Numpuk di Gudang Bulog

Wabup Bulukumba Edy Manaf memeriksa beras di gudang Bulog.
Wabup Bulukumba Edy Manaf memeriksa beras di gudang Bulog.

Tahun 2020 masih ada 1.800 ton lebih. Tahun 2021 masih ada 1.600 ton lebih. Jadi sekitar 3.500-an ton di gudang Palambarae.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang beras Bulog, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Rabu (9/6/2021). Dalam sidak itu, Wabup melihat tumpukan beras hingga ribuan ton.

"Sidak yang kita lakukan ini terkait dengan adanya keluhan-keluhan petani. Ujung-ujungnya dimanfaatkan oleh pemain-pemain dari kelas pedagang. Ini yang kita minta ke Bulog untuk diantisipasi," katanya usai mengecek kualitas beras.

Edy Manaf menerangkan bahwa Bulog masih bisa mempertanggungjawabkan kualitas beras dengan baik. Hanya saja menurutnya, kualitas di tahun 2020 mengalami sedikit perubahan

Baca Juga

"Setelah kami melihat, memang ada ketidakmampuan kapasitas gudang. Yang problematik sekarang adalah serapan penyaluran masyarakat ke Bulog," jelasnya.

Kepala Sub Divre Bulog Bulukumba, Ervina Zulaeha mengatakan, pihaknya memiliki dua tugas, yaitu penyerapan dan penyaluran. Untuk penyerapan, katanya, sudah dilakukan hingga tanggal 8 Mei 2020 lalu.

"Per tanggal 9 Mei 2021 kemarin, kita dapat perintah dari pusat untuk melakukan penghentian pengadaan," ungkapnya.

Menurut Ervina, penyaluran saat ini adalah melakukan Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSA). Namun harga yang diberikan pemerintah kepada Bulog itu relatif lebih tinggi dibanding harga di pasaran.

"Nah, otomatis kita sangat sulit melakukan penjualan keluar," pungkasnya.

Ervina mengungkapkan, beras yang ada di gudang Palambarae tahun 2019 sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya di tahun 2020 dan 2021.

"Tahun 2020 masih ada 1800 ton lebih. Tahun 2021 masih ada 1600 ton lebih. Jadi sekitar 3500an ton di gudang Palambarae," katanya.

Sementara di gudang Kalimassang, lanjutnya, tahun 2020 masih ada 400 ton. Gabah tahun 2020, masih proses giling.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Beras Bulog #Bulog Bulukumba #Wabup Bulukumba Andi Edy Manaf
Berikan Komentar Anda