Jumat, 11 Juni 2021 16:52

Ervina Harap Pemkab Salurkan Ribuan Ton Beras yang Numpuk di Bulog Bulukumba

Kepala Bulog Bulukumba Ervina Zulaeha.
Kepala Bulog Bulukumba Ervina Zulaeha.

Bulog pernah bekerjasama dengan pemerintah terkait penyaluran bantuan beras ke masyarakat, yaitu di Program Beras Sejahtera (Rastra), sebelum berubah menjadi BPNT.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Bulog Bulukumba meminta pemerintah turun tangan dengan kondisi ribuan ton beras yang menumpuk di gudang. Sebab, tumpukan itu akan berdampak pada serapan beras dari petani.

"Kami berharap Pemkab Bulukumba dapat membantu kami dalam hal penyaluran. Misalnya penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau mungkin ke ASN (Aparatur Sipil Negara) di Bulukumba," kata Kepala Bulog Bulukumba Ervina Zulaeha kemarin.

Apalagi menurut Ervina, Bulog pernah bekerjasama dengan pemerintah terkait penyaluran bantuan beras ke masyarakat, yaitu di Program Beras Sejahtera (Rastra), sebelum berubah menjadi BPNT.

Baca Juga

"Pernah ada di program Rastra. Tapi kan berhenti. Selama menjadi BPNT belum ada. Memang BPNT itu kan pasar bebas. Kami juga berharap bisa dimanfaatkan dari Bulog untuk penyaluran BPNT," katanya.

Ia menerangkan kalau tidak ada penyaluran, maka dipastikan gudang akan full. Sehingga, lanjut dia, pihaknya sulit untuk menyerap di panen gaduh kalau gudang masih full.

"Penyerapan beras kami menunggu dari kantor pusat. Izin itu dari kantor pusat. Penghentian pun dari kantor pusat. Jadi tergantung kantor pusat kapan lagi memberikan izin penyerapan," ujar Ervina.

Ervina bilang saat ini baru 500 ton yang sudah mendapatkan izin untuk disalurkan. Hanya saja, KPSA (Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga) tetap dijalankan.

"Kami juga berusaha melakukan penjualan ke pasar pasar untuk KPSA. Walaupun harga kami masih tinggi dibanding harga yang ada di pasaran," imbuhnya.

Menurut dia, pihaknya memanfaatkan satu gudang untuk menampung beras. Semestinya gudang itu, nanti di bulan Juli 2021 baru bisa difungsikan. Alasannya, dengan melihat panen yang sangat melimpah.

"Kita memanfaatkan gudang tersebut, supaya bisa juga menyerap dari barang petani sendiri," kata Ervina.

Langkah selanjutnya, kata Ervina, pihaknya melakukan pengiriman barang di luar Bulukumba, yaitu ke Selayar dan Nabire.

"Selayar 250 ton, Nabire 250 ton. Mungkin minggu depan kita akan salurkan ke Manokwari sebesar 500 ton. Minggu depan kita akan jalan. Tergantung kapal pengangkutnya karena kita akan berkoordinasi dulu," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di gudang beras Bulog, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Rabu (9/6/2021). Dalam sidak itu, Wabup melihat tumpukan beras hingga ribuan ton.

"Sidak yang kita lakukan ini terkait dengan adanya keluhan-keluhan petani. Ujung-ujungnya dimanfaatkan oleh pemain-pemain dari kelas pedagang. Ini yang kita minta ke Bulog untuk diantisipasi" katanya usai mengecek kualitas beras.

Edy Manaf menerangkan bahwa Bulog masih bisa mempertanggung jawabkan kualitas beras dengan baik. Hanya saja menurutnya, kualitas di tahun 2020 mengalami sedikit perubahan

"Setelah kami melihat, memang ada ketidakmampuan kapasitas gudang. Yang problematik sekarang adalah serapan penyaluran masyarakat ke Bulog," jelasnya.

Penulis : Saiful
Editor : Jusrianto
#Bulog Bulukumba #Pemkab Bulukumba
Berikan Komentar Anda